Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SPPG Yayasan Batu Emas Banyumulek Rutin Lakukan Evaluasi Menu Demi Jaga Selera Penerima Manfaat MBG

Siti Aeny Maryam • Kamis, 4 Juni 2026 | 16:04 WIB
Penampakan menu SPPG Banyumulek Lombok barat milik Yayasan Batu Emas.
Penampakan menu SPPG Banyumulek Lombok barat milik Yayasan Batu Emas.
LombokPost - Konsistensi dan inovasi terus ditunjukkan oleh Yayasan Batu Emas dalam mengelola Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG).

Setelah sukses di Desa Karang Bongkot, yayasan ini kini menerapkan standar pengawasan ketat pada SPPG keduanya yang berlokasi di Dusun Kerangkeng Timur, Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Salah satu strategi utama yang menjadi kunci sukses dalam menjaga kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah ini adalah komitmen untuk melakukan evaluasi varian menu setiap minggu. Langkah ini diambil agar ribuan penerima manfaat tidak merasa bosan, namun dengan jaminan mutu dan kandungan gizi yang tetap berada di level tertinggi.

Baca Juga: Yayasan Batu Emas Mulai Operasikan SPPG Banyumulek, Layani 1.438 Penerima Manfaat 

Sejak resmi beroperasi pada 11 Mei 2026, SPPG Banyumulek langsung bergerak cepat melayani 1.438 orang penerima manfaat. 

Skala besar ini mencakup siswa di 7 sekolah serta kelompok B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD) yang tersebar di 4 dusun.

Meski harus memproduksi makanan dalam jumlah masif setiap hari, pemimpin Yayasan Batu Emas, Muhazam, SP., menegaskan bahwa variasi menu harian dan mingguan dirancang secara ilmiah agar kebutuhan karbohidrat, protein hewani, sayuran, dan buah-buahan para penerima manfaat selalu terpenuhi secara seimbang.

Baca Juga: Intip Strategi SPPG Yayasan Batu Emas, Jaga Selera Anak Sekolah Lewat Variasi Menu dan Mutu Ketat

"Kami tidak hanya sekadar memberi makan, tapi memastikan apa yang dikonsumsi anak-anak kita mampu mendukung pertumbuhan dan fokus belajar mereka. Karena itu, variasi menu dievaluasi setiap minggu agar tetap menarik namun mutunya tidak berkurang sedikit pun," ujar Muhazam.

Sebagai sarjana pertanian, Muhazam memanfaatkan keahliannya untuk mengontrol ketat rantai pasok bahan baku lokal yang segar dari para petani Lombok Barat. 

Pergantian dan rotasi menu setiap minggu diikuti dengan pengawasan berlapis. Dari pemilihan bahan baku (memastikan sayur, buah, dan protein yang masuk ke dapur selalu dalam kondisi segar harian), standar pengolahan (Juru masak wajib mengikuti SOP kebersihan yang ketat guna menjaga cita rasa masakan), serta ketepatan waktu (menjamin proses distribusi tidak mengganggu jadwal konsumsi terbaik para siswa dan ibu hamil).

Pengawasan ketat Yayasan Batu Emas terus dilakukan, terutama soal kelengkapan standar atribut para juru masak.
Pengawasan ketat Yayasan Batu Emas terus dilakukan, terutama soal kelengkapan standar atribut para juru masak.

Langkah Yayasan Batu Emas yang rutin mengevaluasi variasi menu mingguan tanpa mengorbankan kualitas rasa dan nutrisi kini menjadi standar baru (benchmark) bagi pengelola SPPG lainnya di Nusa Tenggara Barat.

Lewat kombinasi menu yang variatif, higienis, dan kaya gizi, komitmen yayasan ini terbukti berhasil menjaga selera makan anak-anak sekolah sekaligus mendekatkan Lombok Barat menuju perwujudan Generasi Emas yang sehat dan tangguh.

Editor : Siti Aeny Maryam
#SPPG #Banyumulek #pengawasan ketat #menu #makanan