LombokPost – Seoranh pendaki Gunung Rinjani asal Sukabumi Jawa Baratbmeninggal dunia Bulan Mei lalu diduga akibat serangan jantung. Keselamatan pendakian di Gunung Rinjani akhirnya menjadi perhatian setelah sejumlah insiden yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan berbagai pihak terus mengingatkan bahwa pendakian bukan sekadar wisata alam, melainkan aktivitas yang membutuhkan persiapan fisik, mental, dan perlengkapan yang memadai.
Selain risiko terjatuh dan kecelakaan di jalur pendakian, pendaki juga harus mewaspadai gangguan kesehatan serius seperti serangan jantung, dehidrasi, hipotermia, hingga kelelahan ekstrem. Berikut tujuh hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum mendaki Gunung Rinjani:
1. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Mendaki
Pendaki disarankan menjalani pemeriksaan kesehatan, terutama bagi yang memiliki riwayat hipertensi, penyakit jantung, diabetes, atau gangguan pernapasan. Aktivitas mendaki dengan medan berat dan ketinggian lebih dari 3.700 meter dapat meningkatkan beban kerja jantung dan paru-paru.
Baca Juga: Keterbatasan Alat dan Personel, Api di Savana Propok Rinjani Belum Berhasil Dipadamkan
2. Latihan Fisik Secara Bertahap
Persiapan fisik idealnya dilakukan beberapa minggu sebelum pendakian. Latihan jalan kaki, jogging, bersepeda, atau naik turun tangga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga risiko kelelahan dan gangguan jantung saat pendakian dapat diminimalkan.
3. Kenali Batas Kemampuan Diri
Banyak kecelakaan terjadi karena pendaki memaksakan diri saat kondisi tubuh sudah lelah. Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, pusing, atau jantung berdebar tidak normal, pendaki harus segera beristirahat dan melapor kepada pemandu.
4. Bawa Perbekalan dan Cairan yang Cukup
Dehidrasi menjadi salah satu faktor yang dapat memicu gangguan kesehatan saat pendakian. Pendaki perlu membawa air minum yang cukup, makanan bergizi, dan camilan berkalori tinggi untuk menjaga energi selama perjalanan. TNGR juga mengingatkan pentingnya menjaga energi tubuh saat cuaca ekstrem.
5. Gunakan Perlengkapan yang Sesuai
Perlengkapan seperti sepatu gunung, jaket hangat, jas hujan, senter, dan perlengkapan darurat wajib dipersiapkan. TNGR mengingatkan suhu di Rinjani dapat berubah drastis, terutama pada malam hingga dini hari, sehingga pendaki harus mengantisipasi risiko hipotermia.
6. Perhatikan Cuaca dan Kondisi Jalur
Sebelum berangkat, pendaki wajib memeriksa prakiraan cuaca dan status jalur pendakian. Jalur yang licin akibat hujan atau berkabut dapat meningkatkan risiko terpeleset dan terjatuh. TNGR secara rutin mengimbau pendaki untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca di kawasan Rinjani.
Baca Juga: Terhalang Kabut Tebal, Evakuasi Pendaki Perempuan Asal Malaysia di Rinjani Ditunda
7. Gunakan Pemandu dan Patuhi SOP Pendakian
Pendaki, terutama pemula, sangat dianjurkan menggunakan jasa pemandu resmi dan mematuhi seluruh prosedur keselamatan yang telah ditetapkan. Pemerintah dan TNGR telah memperketat SOP pendakian setelah berbagai insiden yang terjadi di Rinjani, dengan fokus pada keamanan dan keselamatan pendaki.
Kepala Balai TNGR menegaskan bahwa pendakian yang aman dimulai dari persiapan yang matang. Keindahan Gunung Rinjani dapat dinikmati secara maksimal apabila setiap pendaki mengutamakan keselamatan, memahami risiko yang ada, dan tidak menganggap pendakian sebagai aktivitas rekreasi biasa.
Editor : Jelo Sangaji