LombokPost — Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini membuat terobosan unik demi mendukung kelestarian budaya lokal.
Dia mengizinkan mobil dinas bupati untuk dipinjam dan digunakan oleh masyarakat umum yang ingin melaksanakan tradisi nyongkolan yang merupakan prosesi adat pernikahan sasak. Tidak main-main, fasilitas ini diberikan secara cuma-cuma alias gratis.
"Kebijakan ini saya lakukan karena fasilitas mobil dinas bupati kan ada dua. Satu jarang terpakai. Daripada tidak berfungsi, lebih baik saya berikan masyarakat memanfaatkannya agar merasakan kebahagiaan saat nyongkolan," ucap Bupati LAZ, sapaannya kepada Lombok Post.
Baca Juga: Lobar Kirim 54 Kafilah ke MTQ NTB, Bupati LAZ Tekankan Ibadah dan Ikhtiar Maksimal
Selain itu, ia memandang bahwa nyongkolan merupakan prosesi adat yang sakral. Dengan mengendarai mobil dinas bupati, diharapkan masyarakat yang sedang berbahagia dapat merasa lebih berwibawa saat melaksanakan prosesi tersebut.
Bupati juga menegaskan bahwa pada hakikatnya, seluruh fasilitas pemerintah adalah milik rakyat, sehingga sudah sepantasnya dikembalikan untuk kemaslahatan rakyat. "Ya memang betul kan, ini milik rakyat," cetusnya tersenyum.
Menariknya, seluruh biaya operasional dalam program ini ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Baca Juga: Transfer Pusat Berkurang Rp 350 M, Bupati LAZ Tetap Realisasikan Program Rp 1 M Per Desa
Warga yang meminjam tidak perlu memikirkan biaya bahan bakar minyak (BBM) maupun jasa sopir, karena semuanya sudah disediakan secara gratis.
Program ini diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam merawat dan melestarikan tradisi adat budaya di Lombok Barat.
Editor : Kimda Farida