LombokPost - Di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin ketat, Qunci Villas kini membawa tradisi dan budaya lokal Lombok sebagai jantung dari pengalaman kebugaran (wellness experience) yang ditawarkan kepada wisatawan dunia.
Peringatan World Wellness Day menjadi penanda arah baru pengembangan pariwisata berbasis budaya di Lombok. Bagi Qunci Villas, wellness bukan hanya tentang relaksasi tubuh, tetapi juga perjalanan mengenal identitas dan nilai-nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat Sasak.
Inilah yang membuat pihak Qunci Villas Senggigi, Lombok meluncurkan program terbaru Wellness Experience.
General Manager Qunci Villas Vittorio Negri menegaskan, seluruh konsep perawatan yang dikembangkan berangkat dari kekayaan tradisi masyarakat Lombok.
Mulai dari praktik penyembuhan tradisional yang berkembang di Bayan, Lombok Utara, hingga pendekatan spiritual melalui metode Ruqiah yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Muslim di Pulau Seribu Masjid.
Baca Juga: Qunci Villas Hadirkan Qoral Beach Bar di Bibir Pantai Senggigi Manjakan Wisatawan Lokal dan Asing
Menurut Vittorio, Lombok sudah saatnya berdiri dengan identitasnya sendiri dan tidak terus-menerus dibandingkan dengan Bali.
"Kami tidak ingin lagi dianggap sebagai adik kecil Bali. Lombok memiliki budaya yang luar biasa dan layak dikenal dunia melalui cara yang otentik," ujarnya.
Transformasi tersebut dimulai sejak akhir tahun lalu dengan pembangunan fasilitas pusat kebugaran modern. Kini pengembangan berlanjut melalui pembaruan layanan spa, penyelenggaraan retreat, kelas meditasi, yoga, latihan pernapasan, hingga terapi suara atau sound healing yang semakin diminati wisatawan internasional.
Yang menarik, program tersebut tidak dibangun dengan mendatangkan tenaga dari luar daerah. Sebaliknya, Qunci Villas menggandeng komunitas kebugaran dan talenta lokal untuk menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada tamu.
Pasar utama yang dibidik tidak hanya wisatawan Eropa yang selama ini mendominasi sekitar 70 persen tamu yang menginap.
Namun, wisatawan dari berbagai negara Asia hingga wisatawan domestik dari kalangan generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, juga menjadi sasaran penting karena dinilai semakin peduli terhadap kesehatan fisik, mental, dan keberlanjutan lingkungan.
"Lombok memiliki cerita yang kuat. Maka kami tidak ingin hanya menjual kamar di sini, tapi kami menjual pengalaman yang otentik tentang Lombok," tegas Vittorio.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga tidak berhenti pada sektor wellness.
Baca Juga: Chef in The Wild, Bawa Wisatawan Menyusuri Jalur Sutra dan Rempah di Qunci Villas
Dalam empat tahun terakhir, Qunci Villas telah menerapkan konsep ramah lingkungan melalui penyediaan menu vegan, makanan bebas gluten, serta penggunaan bahan pangan segar yang dipasok langsung oleh petani dan nelayan lokal.
Langkah pengurangan plastik sekali pakai juga mulai diterapkan secara bertahap di seluruh fasilitas penginapan.
Targetnya cukup ambisius, yakni menjadikan Qunci Villas sebagai kawasan akomodasi yang 100 persen berkelanjutan pada 2027.
Di sisi bisnis, Vittorio optimistis menyambut musim liburan puncak pada Juli hingga September mendatang.
"Kami hanya berharap semakin banyak penerbangan internasional langsung ke Lombok agar potensi wisata pulau ini dapat berkembang lebih maksimal," jelasnya.
Bagi Qunci Villas, masa depan pariwisata Lombok bukan hanya tentang jumlah wisatawan yang datang, melainkan bagaimana budaya lokal dapat menjadi daya tarik utama yang memberi pengalaman berbeda sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat setempat.
Editor : Kimda Farida