Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pasca Pengendara Tewas Tabrak Anjing Liar, TPS Pasar Gerung Dipasangi CCTV

Hamdani Wathoni • Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:17 WIB

 

AWASI TPS: Petugas Kelurahan Gerung Selatan memang kamera CCTV pascainsiden kecelakaan maut yang menewaskan seorang warga akibat menghindari kerumunan anjing liar di TPS Pasar Gerung. (Toni/Lombok Post)
AWASI TPS: Petugas Kelurahan Gerung Selatan memang kamera CCTV pascainsiden kecelakaan maut yang menewaskan seorang warga akibat menghindari kerumunan anjing liar di TPS Pasar Gerung. (Toni/Lombok Post)

 
LombokPost — Masalah kebersihan lingkungan diduga menjadi pemicu kejadian yang menelan korban jiwa.

Seorang warga Kelurahan Gerung Selatan meninggal setelah menabrak seekor anjing liar yang tengah berkerumun di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) setempat. 

Insiden maut ini dipicu oleh kondisi sampah yang membeludak hingga meluber ke bahu jalan. 

Menghindari kejadi serupa terulang, Lurah Gerung Selatan Akhwan Mashudi memasang CCTV di sekitar area TPS Pasar Gerung.

"CCTV ini kami pasang untuk memantau pembuangan sampah di TPS. Agar warga membuang sampah di bak penampungan yang disediakan, tidak sembarangan di pinggir jalan," jelasnya.

Baca Juga: Bangun Apotek Hidup, Gerung Selatan Jadi Role Model Ketahanan Pangan

Selain itu, dengan adanya CCTV ini, petugas kebersihan bisa memudahkan pengangkutan. Sehingga tidak ada lagi penumpukan yang membuat sampah meluber hingga ke jalan raya seperti sebelumnya.

Terkait adanya korban meninggal dunia, Akhwan mengonfirmasi adanya peristiwa tragis tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpunnya, kecelakaan terjadi pada malam hari Kamis (11/6) sekitar pukul 22.00 WITA.

Saat itu, korban yang merupakan seorang pria berusia sekitar 50 tahun tengah berkendara dari arah timur menuju ke barat.

​"Kondisi TPS saat itu memang membeludak sampai ke pinggir jalan. Akibatnya, banyak anjing liar yang berkerumun di sana untuk mencari makanan," ujar Akhwan saat memberikan keterangan resmi.

Baca Juga: PLN Tanam 2.500 Pohon di Pesisir Pantai Induk Gerung, Perkuat Pelestarian Lingkungan NTB

​Diduga karena kondisi jalan yang kurang kondusif dan kurangnya kewaspadaan, korban tidak menyadari keberadaan kawanan anjing tersebut dan langsung menabraknya. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga yang kebetulan melintas dari arah berlawanan.

Saksi mata mengaku sempat mendengar suara jeritan anjing yang cukup keras disusul suara benturan benda jatuh. Merasa ada yang tidak beres, saksi tersebut langsung memutar balik kendaraannya.

"Begitu kembali ke lokasi, saksi melihat korban sudah dalam posisi tergeletak di depan tumpukan sampah," lanjut Akhwan.

Akhwan menambahkan, menurut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar, melubernya sampah di TPS tersebut terjadi akibat adanya pembatasan ritase pembuangan ke TPA Kebon Kongok pada beberapa hari sebelumnya.

Hal inilah yang memicu penumpukan sisa rumah tangga di pinggir jalan hingga mengundang kawanan anjing liar.

Meski demikian, pascakejadian tersebut, pihak Kelurahan langsung berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Dinas Perdagangan.

"Alhamdulillah, setelah regulasi baru TPA Kebon Kongok dibuka, petugas Dinas LH hanya membutuhkan waktu dua hari untuk membersihkan dan mengangkut seluruh tumpukan sampah di lokasi tersebut," jelasnya.

Dengan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di area sekitar TPS yang terintegrasi langsung dengan ponsel Kepala Pasar Gerung, diharapkan bisa mempermudah pemantauan berbasis Android.

"Kami juga bekerja sama untuk pembenahan sistem penerangan jalan dan instalasi listrik di sekitar lokasi agar area tersebut tidak lagi rawan kecelakaan," pungkas Akhwan.

Editor : Akbar Sirinawa
#lurah #Lombok Barat #pasar #tps #Gerung