LombokPost – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat menjadi salah satu koperasi pertama yang dibangun di NTB.
Koperasi ini dijadikan pilot project dan direncanakan menjadi role model atau percontohan untuk koperasi desa merah putih lain yang ada di NTB.
Bahkan, sejumlah menteri hingga wakil menteri datang untuk mengikuti acara peresmian.
Namun yang terjadi saat ini kondisi koperasi ini justru tidak berjalan mulus sesuai harapan.
Gedung KDMP yang semula terlihat representatif ternyata sudah berubah fungsi menjadi gudang peralatan mebel.
”Sudah tidak di sini lagi kopdesnya. Sudah pindah. Di sini gudang mebel sekarang,” terang salah satu pegawai yang ditemui Lombok Post, Kamis (18/6) di lokasi gedung tempat peresmian Koperasi Desa Merah Putih Agustus 2025 silam.
Baca Juga: Mahasiswa di Surabaya hingga Jogja Soroti MBG dan KDMP, Desak Pemerintah Hentikan Program
Kepala Desa Kekeri Sulthan yang ditemui di kantornya membenarkan jika koperasi desa merah putih telah pindah lokasi. Gedung tempat peresmian hanya lokasi yang dipinjam untuk seremoni menyambut kedatangan para menteri saat itu.
”Terkait gudang yang kami gunakan saat peresmian, itu adalah milik mitra kami. Dulu kami membantu menjadi reseller di gudang itu untuk membantu penjualan lemari dan beberapa barang mebeler,” beber Kades Kekeri kepada Lombok Post.
Karena keberadaan gudang itu berada di wilayah Desa Kekeri, pihaknya diberikan untuk pinjam pakai Koperasi Desa Merah Putih untuk seremonial peresmian KDMP.
Saat peresmian, datang sejumlah pejabat pusat hingga daerah.
”Karena kalau kita jujur, saat itu koperasi ini belum ada apa-apanya dan sampai sekarang ini pun belum ada. Makanya itu (gudang mebel) itu kami gunakan untuk seremonial peresmian Koperasi Desa Merah Putih karena ada kementerian KKP, Pak Menko Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur hingga bupati datang,” bebernya.
Setelah gedung koperasi merah putih diambil kembali oleh mitra menjadi gedung mebel, para pengurus koperasi pun akhirnya menyewa ruko untuk menjalankan usahanya.
”Dulu kami sempat sewa Rp 10 juta per tahun. Usaha yang jalan sekarang jual beli sembako saja,” ungkap Zarna Istiqomah, pengurus KDPM Desa Kekeri.
Baca Juga: Pemdes Pemenang Barat Harap Dukungan Aset untuk KDMP
Pihak pengurus memilih menjalan beberapa usaha. Mulai dari menjadi penyuplai kebutuhan daging ayam dan telur untuk dapur MBG, menjual gas elpiji subsidi, hingga menjual sembako yang masih berjalan sampai saat ini.
”Kebetulan kami mendapat bantuan modal dalam bentuk sembako dari Bank NTB Syariah senilai Rp 25 juta. Itu bukan bantuan cuma-cuma tetapi bentuk pinjaman yang harus dikembalikan,” jelasnya.
Pemerintah desa menilai kehadiran KDMP niat awalnya sangat baik untuk membantu ketersedian stok pangan dan perekonomian desa. Berbeda dengan BUMDes, KDMP dinilai murni sebagai bisnis yang modalnya dari para pengurus.
Namun dalam perjalananya, keberadaan KDMP di Desa Kekeri masih belum optimal seperti yang diharapkan.
Editor : Kimda Farida