LombokPost - Perlahan namun pasti pesona wajah Senggigi kembali bersinar. Terlebih semenjak keberadaan Dermaga Senggigi. Arus wisatawan yang datang dan pergi kian padat.
Matahari pagi baru saja meninggi di ufuk timur Pelabuhan Senggigi, namun keriuhan sudah terasa di bibir pantai. Suara deru mesin kapal cepat (fast boat) bersahut-sahutan dengan gelombang selat yang tenang.
Mengiringi langkah ratusan wisatawan mancanegara yang bersiap menyeberang menuju Bali dan destinasi sekitarnya. Pemandangan ini menjadi bukti jika urat nadi pariwisata di kawasan legendaris Lombok Barat ini telah sepenuhnya pulih.
Senggigi yang sempat meredup, kini kembali memamerkan pesona magisnya sebagai gerbang utama para pelancong dunia.
Transformasi luar biasa ini dirasakan betul oleh pihak otoritas pelabuhan setempat.
Kepala UPT Pelabuhan Senggigi Iskandar mengungkapkan, pembangunan dermaga baru menjadi titik balik utama melonjaknya aktivitas penyeberangan di kawasan tersebut.
"Dulu sebelum dermaga ini dibangun secara representatif oleh pemerintah, aktivitas di sini sangat terbatas. Hanya ada satu dua trip dan maksimal empat trip saja per hari," kenang Iskandar saat ditemui di sela kesibukannya yang padat.
Baca Juga: Festival Senggigi 2026 Resmi Diluncurkan, Seni, Olahraga, dan Budaya Menyatu dalam Satu Napas
Kini, wajah Pelabuhan Senggigi telah berubah total dan jauh lebih modern. Terlebih dengan adanya layanan e-ticketing. Sehingga sudah tidak ada lagi layanan tiket manual.
Sebanyak tujuh armada kapal cepat dari tiga manajemen besar yakni Ekajaya, Wahana, dan Semaya setiap hari hilir mudik melayani para penumpang dengan aman.
"Total ada 11 trip perjalanan yang terjadwal setiap harinya secara reguler," lanjutnya.
Bahkan, optimisme tinggi diusung otoritas setempat demi menyambut lonjakan wisatawan pada bulan-bulan mendatang.
"Insyaallah, rencana pada bulan Juli nanti, jumlahnya akan kita tingkatkan lagi menjadi 13 trip per hari," tambah Iskandar dengan raut wajah penuh keyakinan.
Saat ini, Pelabuhan Senggigi memang tengah memasuki masa high season alias puncak kunjungan wisatawan asing yang diprediksi akan terus berlangsung hingga bulan November mendatang. Di hari-hari biasa, jumlah penumpang berkisar antara 200 hingga 300 orang.
Namun, saat akhir pekan atau musim puncak liburan seperti sekarang, angka tersebut melonjak drastis. "Kalau sedang ramai-ramainya, penumpang yang turun maupun naik melalui dermaga ini bisa menyentuh angka 500 hingga 600 orang per hari," beber Iskandar.
Baca Juga: Bupati Lobar Berencana Bangun Mal di Lahan Eks Hotel Santosa Senggigi, Dewan NTB Beri Dukungan
Angka yang sangat kontras dibandingkan masa sepi (low season) yang hanya menyentuh 100-an penumpang saja.
Geliat ekonomi yang manis ini juga dirasakan langsung oleh para pegawai kapal cepat.
Muzakar, salah seorang pegawai dari armada Kapal Cepat Ekajaya, menuturkan bahwa jadwal keberangkatan yang padat kini dimulai sejak pukul 09.00 pagi hingga pukul 16.00 sore. Pihaknya mengakui adanya lonjakan frekuensi perjalanan demi mengakomodasi tingginya minat pelancong.
"Sekarang kami melayani sampai enam trip, meningkat dari yang awalnya hanya empat trip perjalanan," ujar Muzakar ramah.
Dari Senggigi, kapal-kapal cepat ini membuka akses langsung ke lima rute strategis di Bali dan pulau-pulau kecil sekitarnya, mulai dari Padangbai, Sanur, Serangan, hingga kawasan eksotis Nusa Penida dan Nusa Lembongan.
Harga tiket kapal cepat cukup terjangkau dibandingkan harga tiket pesawat. Rp 650 ribu sampai Rp 750 ribu. Dengan lama perjalanan hampir sama sekitar 1 jam 15 sampai 1 jam 30 menit.
Setiap trip kapal Ekajaya kini rata-rata mengangkut 30 hingga 50 penumpang, dengan akumulasi harian mencapai sekitar 300 orang khusus untuk armada mereka selama bulan Mei.
"Kondisi Senggigi saat ini jauh lebih menggeliat dan hidup dibanding tahun-tahun sebelumnya," tutup Muzakar melempar senyum optimis.
Editor : Kimda Farida