Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Libur Sekolah, Yayasan Batu Emas Sterilisasi Dapur SPPG dan Perkuat Rantai Pasok MBG di Lombok Barat

Siti Aeny Maryam • Senin, 6 Juli 2026 | 06:34 WIB
Libur Sekolah Memberi waktu bagi SPPG untuk berbenah dapur dan lengkapi stok bahan.
Libur Sekolah Memberi waktu bagi SPPG untuk berbenah dapur dan lengkapi stok bahan.
LombokPost - Meski aktivitas belajar-mengajar di sekolah tengah memasuki masa libur panjang, kesibukan tetap terlihat di dua Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di bawah naungan Yayasan Batu Emas.

Pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Lombok Barat ini memanfaatkan jeda waktu tiga minggu untuk melakukan sterilisasi total, perawatan dapur, serta peningkatan kapasitas fasilitas memasak.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa saat program MBG kembali bergulir pada 13 Juli 2026 mendatang, seluruh sajian yang didistribusikan kepada ribuan siswa tetap berada dalam standar higienitas tertinggi.

Baca Juga: Harga Cabai dan Daging Ayam Melandai, Apa Karena MBG Libur? 

Pemimpin Yayasan Batu Emas, Muhazam, SP., menjelaskan bahwa operasional dapur utama memang dihentikan sementara demi memberikan waktu bagi para pekerja untuk beristirahat sekaligus melakukan pembenahan fasilitas. Menurutnya, masa rehat ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi kelayakan alat masak hingga memperkuat manajemen bumbu dan bahan baku.

"Di masa libur ini, kami memiliki kesempatan untuk berbenah, memperbaiki, serta menambah fasilitas dapur yang kurang. Mulai dari perlengkapan memasak hingga kesiapan bahan baku. Tujuan kami adalah memastikan dapur kembali beroperasi dalam keadaan steril seperti baru," ujar Muhazam saat ditemui pada Minggu (05/7/2026).

Muhazam menekankan bahwa kesuksesan program nasional MBG tidak hanya diukur dari seberapa banyak porsi yang dibagikan, melainkan dari tingkat konsumsi anak-anak.

Baca Juga: Rp 2,02 Triliun untuk MBG, APBN Perkuat Program Sosial di NTB

"MBG ini dihajatkan untuk peningkatan kualitas SDM masyarakat Indonesia melalui asupan bergizi. Jika makanan yang disajikan tidak habis karena rasanya kurang diminati, maka program ini akan sia-sia. Oleh karena itu, kontrol kualitas rasa dan nilai gizi adalah harga mati bagi kami," tegas pria berlatar belakang Sarjana Pertanian tersebut.

Selain fokus pada pemenuhan nutrisi harian yang seimbang, mencakup karbohidrat, protein hewani, sayuran, dan buah-buahan, operasional skala besar yang dikelola Yayasan Batu Emas terbukti membawa dampak domino positif bagi perekonomian lokal.

Dengan kebutuhan pasokan pangan yang masif setiap harinya, yayasan ini mengintegrasikan rantai pasoknya langsung dengan para petani dan produsen lokal di Kabupaten Lombok Barat.

Pola ini tidak hanya menjamin kesegaran bahan baku, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar melalui penyerapan hasil tani daerah.

Saat ini, Yayasan Batu Emas mengelola dua titik SPPG strategis dengan total layanan mencapai ribuan penerima manfaat setiap harinya.

Pertama SPPG Desa Karang Bongkot (Kec. Labuapi) melayani 2.615 orang per hari meliputi 22 institusi pendidikan (PAUD, TK, SD, SMPN 2 Labuapi, hingga SMA) di Desa Karang Bongkot, Perampuan Kuranji, Kuranji Dalang, dan Telaga Waru.

Kedua SPPG Dusun Kerangkeng Timur (Desa Banyumulek, Kec. Kediri)  sebanyak 1.438 orang per hari, meliputi 7 sekolah serta kelompok prioritas B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD) di 4 Dusun. Mulai beroperasi sejak 11 Mei 2026.

Melalui pengawasan mutu yang ketat, ketepatan waktu distribusi, serta pendekatan berbasis gizi terukur, Yayasan Batu Emas kini dinilai berhasil menciptakan standar baru (benchmarking) bagi pengelolaan program jaminan pemenuhan gizi di Nusa Tenggara Barat.

Ikhtiar berkelanjutan dari Muhazam dan timnya menjadi optimisme baru dalam mencetak "Generasi Emas" yang sehat, cerdas, dan kompetitif di Lombok Barat.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Batu Emas #SPPG #dapur #Mbg #yayasan