Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami di PLN IP UBP Jeranjang Jadi Momentum Kolaborasi DPR RI dan Stasiun Geofisika BMKG Lakukan Mitigasi Lombok Barat

Hamdani Wathoni • Senin, 13 Juli 2026 | 08:33 WIB
SIAGA BENCANA DI OBJEK VITAL: Anggota DPR RI Abdul Hadi (tiga dari kiri), Deputi Bidang Geofisika BMKG dr. Nelly Florida Riama (tengah), Manajer PLN Indonesia Power UBP Jeranjang Yunisetya Ariwibawa (dua dari kanan), Asisten III Setda Lobar Fauzan Husniadi (tiga dari kanan) saat membuka acara SLG di Aula PLTU Jeranjang, Desa Taman Ayu, Sabtu (11/7). (Foto: Toni/Lombok Post)
SIAGA BENCANA DI OBJEK VITAL: Anggota DPR RI Abdul Hadi (tiga dari kiri), Deputi Bidang Geofisika BMKG dr. Nelly Florida Riama (tengah), Manajer PLN Indonesia Power UBP Jeranjang Yunisetya Ariwibawa (dua dari kanan), Asisten III Setda Lobar Fauzan Husniadi (tiga dari kanan) saat membuka acara SLG di Aula PLTU Jeranjang, Desa Taman Ayu, Sabtu (11/7). (Foto: Toni/Lombok Post)

 

LombokPost - ​Bagi masyarakat Lombok Barat, bayang-bayang bencana gempa bumi dan tsunami bukanlah cerita fiksi, melainkan realitas yang berteman dekat dengan keseharian mereka.

Memori bencana gempa tahun 2018 masih terekam jelas di ingatan masyarakat Lombok Barat. Bumi berguncang memporak-porandakan rumah warga dan sejumlah gedung yang ada di Gumi Patut Patuh Patju.

​Sadar akan potensi ancaman yang tak kasat mata tersebut, sebuah langkah kolaboratif digelar di kawasan vital nasional, kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, Desa Taman Ayu.

Sebuah helatan bertajuk Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami (SLG) digelar, Sabtu (11/7). Ini bukan sekolah biasa, melainkan sebuah ruang edukasi berbasis mitigasi untuk mengubah kepanikan menjadi kesiapsiagaan.

​Anggota DPR RI Abdul Hadi yang menginisiasi kegiatan ini, menekankan betapa pentingnya transfer pengetahuan dari para ahli kepada masyarakat akar rumput. Menurutnya, wilayah Lombok Barat merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

​"Alhamdulillah, satu hal yang penting bagi kita adalah memberikan edukasi dan pembelajaran kepada masyarakat. Informasi seputar geofisika ini mutlak dibutuhkan agar bisa menjadi early warning bagi mereka," ujar Abdul Hadi. 

Baca Juga: PLN NTB Hadirkan Listrik Tanpa Kedip saat Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting

Menurutnya, pemahaman yang baik akan memangkas rasa cemas yang berlebihan. "Walaupun kita belum bisa memprediksi kapan gempa terjadi, minimal tanda-tanda dan langkah penyelamatan diri sudah dipahami secara matang," tegasnya.

Senada dengan hal itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG, dr. Nelly Florida Riama, M.Si., menjelaskan alasan strategis pemilihan lokasi kegiatan yang berdekatan dengan PLTU Jeranjang. Selain berada di bibir pantai, wilayah ini juga menampung objek vital negara yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

​"Kami yang memiliki pengetahuannya, berkewajiban untuk membagikannya agar masyarakat paham apa yang harus dilakukan saat gempa dan tsunami melanda," tutur Nelly. 

BMKG sendiri berkomitmen menjaga performa seluruh peralatan pendeteksi sedini mungkin. "Dengan peralatan yang kami miliki saat ini, kami berupaya memberikan informasi resmi terkait gempa di bawah waktu tiga menit setelah kejadian," tambahnya optimistis.

​Apresiasi tinggi datang dari Manajer PLN Indonesia Power UBP Jeranjang Yunisetya Ariwibawa. Selaku pengelola objek vital nasional yang menyuplai kelistrikan di Pulau Lombok, ia mengakui posisi PLTU yang berada di garis pantai menjadikannya sangat rentan jika bencana terjadi.

Baca Juga: Program TJSL PLN UIP Nusra Berdampak Nyata, Kelompok Tani Wela Sita Werek Kembali Panen Hortikultura

"Adanya SLG ini memberikan pembekalan luar biasa bagi tim internal kami dan masyarakat sekitar. Kesiapsiagaan yang tinggi akan meminimalisasi dampak buruk jika sewaktu-waktu bencana datang," ungkap Yunisetya.

​Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pun menyambut baik program berkelanjutan ini. Asisten III Setda Lombok Barat, Fauzan Husniadi, berharap edukasi semacam ini tidak berhenti di wilayah selatan saja, melainkan bisa bergeser ke wilayah utara Lombok Barat yang juga memiliki rekam jejak kerawanan gempa yang tak kalah besar. 

"Kami juga siap memfasilitasi sekolah-sekolah di Lombok Barat agar anak-anak didik kita sejak dini diajarkan mitigasi bencana. Ini investasi keselamatan jangka panjang," kata Fauzan.

​Sedangkan Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha yang juga hadir dalam acara ini memberi apresiasi tinggi. Baginya, komitmen BMKG dan DPR RI dalam memperhatikan keselamatan warga Lombok Barat adalah wujud nyata dari kepedulian.

"Ini adalah langkah konstruktif dan bukti nyata kita semua bekerja demi kemaslahatan serta keselamatan masyarakat Lombok Barat," pungkasnya yang disambut tepuk tangan riuh para peserta.

​Melalui Sekolah Lapang ini, pesisir Lombok Barat sedang membangun bentengnya sendiri. Bukan benteng beton yang tinggi menjulang, melainkan benteng pengetahuan di dalam benak setiap warganya, agar ketika bumi kembali bergoncang, mereka tidak lagi berlari dengan kepanikan, melainkan melangkah dengan kepastian.

Editor : Akbar Sirinawa
#PLN IP UBP Jeranjang #Lombok Barat #bmkg #dpr ri #pltu jeranjang