Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menteri PU Dody Hanggodo Siap Bangun Infrastruktur di Lombok Barat, Mulai Sekolah Rakyat, Pasar Modern, Hingga Islamic Center

Hamdani Wathoni • Senin, 13 Juli 2026 | 10:01 WIB
SIAP BANGUN INFRASTRUKTUR: Menteri PU Dody Hanggodo saat peresmian Bendungan Meninting Lombok Barat, Jumat (10/7). (Foto: Toni/Lombok Post)
SIAP BANGUN INFRASTRUKTUR: Menteri PU Dody Hanggodo saat peresmian Bendungan Meninting Lombok Barat, Jumat (10/7). (Foto: Toni/Lombok Post)

 

LombokPost — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memberikan sinyal positif terkait kelanjutan sejumlah proyek infrastruktur strategis di wilayah Lombok Barat.

Meski lahan untuk proyek-proyek tersebut sudah dikeluarkan dari zona lahan hijau dan masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Kementerian PU menegaskan bahwa pelaksanaan fisik baru bisa berjalan setelah seluruh perizinan resmi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) rampung dibersihkan.

​"Kalau sudah clear izinnya dari ATR/BPN, baru kemudian kita bangun," ujar Dody Hanggodo saat memberikan keterangan kepada wartawan ketika ditanya persoalan Sekolah Rayat di Lombok Barat.

​Dody menjelaskan bahwa koordinasi lintas kementerian menjadi kunci utama sebelum alat berat diturunkan ke lokasi proyek. Untuk wilayah Lombok Barat, selain Sekolah Rakyat, salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan Islamic Center. 

Dody memaparkan bahwa proyek ini masih menghadapi kendala pembebasan lahan seluas 5 hektar yang saat ini sedang diproses oleh pemerintah daerah setempat.
​Selain lahan, proyek Islamic Center juga membutuhkan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) dari Kementerian Agama.

Sesuai prosedur yang berlaku, pembangunan fasilitas publik yang spesifik harus mengantongi izin dari kementerian terkait.

​"Kalau kita membangun Islamic Center, rekomendasinya dari Kementerian Agama. Begitu juga kalau pasar dari Kementerian Perdagangan, dan sekolah rakyat dari Kementerian Sosial. Selalu ada alur birokrasi seperti itu," jelas Menteri PU.

Baca Juga: Jannik Sinner Menjauh dari Carlos Alcaraz, Raih Gelar Besar ke-17 usai Juara Wimbledon 2026

Terkait progres Islamic Center, Dody menyebutkan bahwa dokumen Feasibility Study (FS) telah selesai. Saat ini, pemerintah fokus menuntaskan Detail Engineering Design (DED) bersamaan dengan penyelesaian pembebasan lahan oleh Bupati.

"Bisa tahun ini (selesai), tapi itu tergantung Pak Bupati. Kalau semua siap, insyaallah bisa segera," tambahnya.

Selain Islamic Center, program strategis lain yang masuk dalam radar Kementerian PU adalah revitalisasi pasar modern. Khusus untuk sektor perdagangan, Dody berjanji akan segera melakukan verifikasi lapangan terkait usulan proyek pasar tersebut.

​Mengingat proyek pasar modern ini mayoritas bersifat renovasi, Dody optimistis prosesnya akan berjalan lebih cepat dibandingkan membangun dari nol, karena tidak memerlukan proses pembongkaran total bangunan lama. 

Baca Juga: Hasil FGD Dinas PUPR: Strategi Pemkot Mataram Amankan Sumber Air Bersih Masa Depan

Pihaknya menegaskan bahwa begitu seluruh rekomendasi dari kementerian terkait dan izin ATR/BPN dikantongi, Kementerian PU siap menerjunkan tim untuk mengeksekusi pembangunan demi mendongkrak perekonomian masyarakat NTB.

Sebelumnya, Kadis PUPRPKP Lombok Barat Lalu Ratnawi sebelumnya berkomitmen menuntaskan pembebasan lahan Islamic Center tahun ini. "Selain lahan Islamic Center kami juga akan membebasakan lahan jalur dua. Kalau untuk pembangunan Islamic Center sudah turun tim pusat untuk FS," paparnya.

Editor : Kimda Farida
#Lombok Barat #Infrastruktur #Dody Hanggodo #Menteri PU Dody Hanggodo