Drama Final Piala Dunia hingga Penyegelan Ruang Kerja Bupati Lobar oleh KPK, Bupati Sempat Nobar Hingga Jadi Imam Salat Subuh

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 09:02 WIB
NOBAR: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat nobar piala dunia di Alun-alun Giri Menang Park, Senin (20/7) dinihari. (Foto: Toni/Lombok Post)
NOBAR: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat nobar piala dunia di Alun-alun Giri Menang Park, Senin (20/7) dinihari. (Foto: Toni/Lombok Post)

 

LombokPost - Drama Final Piala Dunia 2026 Senin (20/7) diakhiri dengan insiden Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Aksi OTT ini tak pernah diprediksi terjadi mengingat bupati sempat nobar membersamai warga.

Suasana Senin (20/7) dini hari di Alun-Alun Giri Menang Park, Lombok Barat, awalnya dipenuhi riuh antusiasme warga. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) menggelar nonton bareng (nobar) laga puncak gelaran terakbar sepak bola sejagat, Final Piala Dunia 2026. 

Sejak pukul 02.00 WITA, ribuan warga sudah berduyun-duyun memadati area untuk saksi hidup lahirnya juara baru. Meski kick off baru akan dimulai pukul 03.00 WITA.

​Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini turut membaur. Tanpa sekat, ia memilih duduk santai di trotoar Alun-Alun Giri Menang Park, menatap layar raksasa didampingi Penjabat (Pj) Sekda Lobar Ahmad Saikhu.

Saat jeda babak pertama, pria yang akrab disapa LAZ ini sempat memprediksi Argentina akan keluar sebagai kampiun dengan skor tipis 2-1.

"Saya dukung Argentina karena mereka adalah tim yang berpegalaman. Meski sering kecolongan gol di menit awal, mereka selalu berhasil bangkit. Mental juaranya luar biasa," ucap Bupati LAZ, sapaannya.

Namun, hingga azan subuh berkumandang, papan skor masih kacamata. Laga yang alot membuat bupati memutuskan bergeser untuk menunaikan salat subuh berjamaah di Musala Pendopo Bupati. Bahkan, Bupati LAZ bertindak langsung menjadi imam bagi warga dan jajaran ASN yang hadir.

Petaka bagi tim jagoan sang bupati dimulai pada babak extra time 2 x 15 menit. Tim Matador Spanyol justru berhasil menundukkan Argentina. Gol semata wayang Feran Tores di menit 106 membuat tangis pilu pemain Argentina pecah. Mereka harus puas menyegel posisi runner-up.

Baca Juga: KPK Amankan 19 Orang dalam OTT Lombok Barat, Bupati dan 6 Pejabat Diterbangkan ke Jakarta Malam Ini

Sementara Spanyol sukses mengamankan gelar Piala Dunia kedua mereka.
​Selesai laga, massa membubarkan diri. Namun, keheningan subuh itu rupanya menjadi pengantar badai yang lebih besar di lingkungan Pemkab Lobar.

Hanya berselang sekitar satu jam setelah peluit panjang berbunyi, tepatnya pukul 07.00 WITA, saat perkantoran mulai bersiap beraktivitas, mobil-mobil yang disinyalir berisi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merapat di Kantor Bupati.

Tim antirasuah tersebut langsung bergerak cepat melakukan penggeledahan. Ruang kerja Bupati Lobar digeledah sebelum akhirnya dipasang segel merah-hitam khas KPK.

Informasi yang dihimpun Lombok Post, bupati kemudian dibawa oleh tim penyidik menuju Markas Komando (Mako) Brimob Polda NTB untuk menjalani pemeriksaan intensif.

​Tak berhenti di situ, tim KPK juga mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lobar. Di sana, petugas menyegel ruang kerja kepala dinas dan memboyong Kepala Dinas beserta Sekretaris Dinas untuk dimintai keterangan.

Penyegelan mendadak ini memicu spekulasi dan guncangan hebat di kalangan birokrasi. Beberapa pejabat eselon II yang dikonfirmasi Lombok Post membenarkan adanya pemeriksaan tersebut, meski raut wajah mereka tak bisa menyembunyikan rasa syok.

​"Kami benar-benar kaget. Padahal tadi subuh kami masih nonton bareng dan salat berjemaah bersama beliau. Selepas subuh kami pulang istirahat sebentar, pas kembali ke kantor tiba-tiba sudah ada informasi seperti ini (penyegelan)," ungkap salah satu pejabat eselon II yang enggan koran ini korankan namanya.

Baca Juga: Bupati Lobar Terjaring OTT Dugaan Atas Jual Beli Proyek di PT AMGM

Kondisi serupa tampak di Kantor Dinas PUPR. Sejumlah pegawai tampak berbisik-bisik di sudut-sudut koridor, tertegun melihat ruang pimpinan mereka dipasangi garis steril oleh KPK.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di Kantor Bupati Lombok Barat berubah drastis menjadi senyap. Lorong-lorong kantor yang biasanya ramai dengan tawa canda tim protokol dan riuh koordinasi antar-pejabat, mendadak sepi.

Hanya terlihat beberapa wartawan yang terus berdatangan, mencoba mengabadikan momen dan mencari konfirmasi resmi. Belum diketahui penyegelan terkait dengan kasus apa. Yang jelas, petaka kekalahan Argentina di lapangan hijau, rupanya berlanjut menjadi petaka hukum di gerbang Giri Menang.

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
Bupati LAZ Lombok Barat Lobar NTB Lalu Ahmad Zaini