LombokPost - Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha buka suara terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Lalu Ahmad Zaini.
Dia mengaku turut sedih denga apa yang dialami Bupati LAZ. Wabup merasa turut prihatin dengan kejadian yang dialami bupati.
"Saya sedih dik. Masih syok," katanya kepada Lombok Post.
Namun menyikapi apa yang menimpa Bupati LAZ, dirinya mengaku langsung menggelar rapat bersama Pj Sekda Lombok Barat Ahmad Saikhu.
Ummi Nurul, sapaannya memastikan jalannya pemerintah terus berlajut khususnya pelayanan publik kepada masyarakat.
"Saya sudah rapat dengan pak Sekda. Nanti beliau yang jelaskan. Mohon maaf belum bisa banyak berkomentar," papar perempuan yang juga pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Lobar tersebut.
Baca Juga: Usai LAZ di OTT KPK, Pemkab Lobar Diminta Segera Usulkan Plt Bupati
Dengan kejadian OTT Bupati Lombok Barat, Wabup berharap masyarakat mendoakan kebaikan bagi daerah ini. Bagaimananpu saat ini Pemkab Lobar sedang berbenah untuk terus melakukan pembangunan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
"Bantu doa semoga baik-baik semua," harapnya.
Diketahui Bupati LAZ terjerat OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin pagi (20/7).
Ruang kerjanya disegel KPK dan Bupati LAZ diperiksa di Mako Brimob Polda NTB sebelum akhirnya diterbangkan ke Gedung Merah Putih KPK di Jakatta. Selain Bupati LAZ, delapan orang juga turut diperiksa.
Baca Juga: PAN NTB Tunggu Arahan DPP, Minta Hormati Asas Praduga Tak Bersalah
Kasus OTT kaitannya dengan dugaan fee proyek di Pemkab Lobar ini juga menyeret Direktur PT Air Minum Giri Menang Sudirman hingga Kepala Dinas PUPRPKP Lombok Barat Lalu Ratnawi.
Selain mereka bertiga, lima orang juga turut diperiksa di Gedung KPK.
KPK rencananya akan mengumumkan tersangka dalam kasus ini dana membeberkan kronologinya Selasa (21/7) sore ini.
Editor : Kimda Farida