Cara Disarpusda Lombok Barat Kuatkan Literasi Perpustakaan, Semai Benih Literasi dari Desa hingga Ruang Kelas

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 13:45 WIB
LITERASI UNTUK LOMBOK BARAT: Para guru dan perwakilan pengelola perpustakaan desa saat mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Perpustakaan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Barat di Giri Menenang.  (Foto: Toni/Lombok Post)
LITERASI UNTUK LOMBOK BARAT: Para guru dan perwakilan pengelola perpustakaan desa saat mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Perpustakaan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Barat di Giri Menenang. (Foto: Toni/Lombok Post)

 

LombokPost - ​Perubahan besar kerap bermula dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Semangat inilah yang terpancar di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Lombok Barat.

Lewat gelaran Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Perpustakaan, langkah nyata untuk memajukan daerah melalui literasi terus dipacu tanpa henti.

​Ruangan itu dipenuhi energi antusiasme. Sekitar 100 peserta yang terdiri dari para guru dan perwakilan pemerintah desa tampak serius menyimak setiap materi.

Mereka bukan sekadar peserta, melainkan para pembina dan penggerak garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat dan generasi muda di Lombok Barat.

​"Pelaksanaan Bimtek ini menyasar sektor-sektor krusial, yakni penguat kapasitas tenaga pendidik serta pengelola perpustakaan di tingkat desa," ujar Kepala Disarpusda Lombok Barat Lalu Winengan.

Baca Juga: Anggaran Belanja Buku Baru Perpustakaan Mataram Tahun 2026 Dipastikan Nihil

Langkah tersebut diambil untuk memastikan literasi tidak berhenti di tataran teori atau sekadar tumpukan buku di rak, melainkan menjelma menjadi gerakan yang hidup dan terarah.

​Dengan pembekalan teknis yang tepat, para guru diharapkan mampu membimbing para anak didik dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan efektif. Pembelajaran literasi perpustakaan pun tidak lagi dirasakan membosankan, melainkan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter serta ketajaman berpikir para siswa.

​Di sisi lain, keterlibatan perwakilan desa menjadi kunci penting. Perpustakaan desa kini didorong untuk tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan dokumen atau buku tua, melainkan bertransformasi menjadi pusat kegiatan masyarakat (community center) yang edukatif dan memberdayakan.

​Meskipun dinamika dan tantangan daerah terus bergulir, fokus utama Pemkab Lombok Barat tetap tunggal mencerdaskan dan memajukan daerah.

Baca Juga: Perpustakaan Kota Mataram Bidik DAK Rp 1,4 Miliar di 2027

Prinsip untuk terus melangkah maju tanpa terdistraksi oleh hambatan menjadi bahan bakar utama jajaran dinas dalam mengawal program-program strategis ini.

​"Rangkaian kegiatan literasi di Lombok Barat ini sebenarnya merupakan bagian dari agenda berkelanjutan," papar Winengan. 
Sebelumnya, pihak dinas telah sukses

menggelar lomba perpustakaan yang diikuti oleh berbagai elemen. Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa dahaga akan ruang literasi yang berkualitas sebenarnya sangat besar.

​Adapun penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba perpustakaan yang telah berlalu rencananya akan dirangkaikan pada momentum bulan Agustus mendatang.

Penyerahan penghargaan ini disengaja untuk menambah semarak peringatan hari kemerdekaan sekaligus memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi mereka yang telah berdedikasi menggerakkan perpustakaan.

​Upaya menyinergikan peran guru dan pemerintah desa melalui Bimtek ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem literasi yang kokoh. 

"Dari ruang-ruang kelas hingga pelosok desa, benih-benih pengetahuan terus disemai demi masa depan Lombok Barat yang lebih gemilang. Kami juga ingin perpustakaan desa terus hidup menguatkan literasi masyarakat," pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
literasi desa Lombok Barat perpustakaan bimtek