Kades Persiapan Pengantap Titip Aspirasi ke Gubernur Lewat Ketua TP PKK NTB Terkait Pustu, MBG hingga Jalan Provinsi

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 17:49 WIB
PENGABDIAN: Ketua TP PKK NTB sekaligus Bunda Literasi NTB Shinta Agatia didampingi Kepala Desa Persiapan Pengantap Saidi menghadiri pembukaan kegiatan pengabdian sosial Jejak Santara #10 yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID) di Dusun Meang, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Selasa (22/7).  (Dok Pemdes Pengantap)
PENGABDIAN: Ketua TP PKK NTB sekaligus Bunda Literasi NTB Shinta Agatia didampingi Kepala Desa Persiapan Pengantap Saidi menghadiri pembukaan kegiatan pengabdian sosial Jejak Santara #10 yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID) di Dusun Meang, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Selasa (22/7).  (Dok Pemdes Pengantap)

 

LombokPost – Kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTB sekaligus Bunda Literasi NTB Shinta Agathia ke Dusun Meang, Desa Persiapan (DSP) Pengantap, Kecamatan Sekotong, menjadi momentum bagi masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang hingga kini masih dihadapi wilayah tersebut.

Kepala Desa Persiapan Pengantap, Saidi, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka membuka kegiatan pengabdian sosial Jejak Santara #10 yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID).

"Kegiatan itu melibatkan mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di berbagai negara, seperti Turki, India, China, Yordania, dan sejumlah negara lainnya," jelas Saidi ke Lombok Post.

Menurut Saidi, para mahasiswa tersebut melaksanakan pengabdian masyarakat dengan fokus pada sektor kesehatan dan pendidikan. Program itu dinilai sangat relevan dengan kondisi Meang yang masih masuk kategori daerah 3T, yakni terluar, tertinggal, dan terpinggirkan.

"Alhamdulillah, adik-adik mahasiswa membantu masyarakat melalui kegiatan di bidang kesehatan dan pendidikan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Saidi memanfaatkan kehadiran Ketua TP PKK NTB untuk menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat.

Baca Juga: Siswi SMPN 2 Mataram Borong Tiga Medali Porprov NTB 2026, Sabet Emas Sportdance

Salah satu yang paling mendesak adalah kebutuhan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Persiapan Pengantap.

Ia menjelaskan, akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan masih sangat jauh sehingga keberadaan Pustu dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga.

Selain itu, Saidi juga menyoroti belum tersentuhnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di SDN 11 Buwun Mas yang berada di wilayah Meang, Desa Persiapan Pengantap.

"Sampai hari ini anak-anak di SDN 11 Buwun Mas belum pernah mendapatkan Program Makan Bergizi Gratis. Kami berharap hal ini menjadi perhatian pemerintah," katanya.

Tidak hanya itu, Saidi turut menitipkan harapan agar Pemerintah Provinsi NTB memberikan perhatian terhadap keberadaan Desa Persiapan Pengantap dan sejumlah desa persiapan lainnya di Kabupaten Lombok Barat yang hingga kini belum memperoleh status definitif.

Menurutnya, kepastian status desa sangat penting agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Baca Juga: Parade Desa dalam Rangka HUT KLU, Jadi Etalase Besar Menampilkan Kekayaan Potensi Desa

Persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian. Saidi meminta agar aspirasi masyarakat mengenai jalan provinsi segera diteruskan kepada Gubernur NTB. 

Ruas jalan mulai dari pertigaan Desa Buwun Mas atau Pasar Sepi menuju Desa Persiapan Pengantap hingga perbatasan Kabupaten Lombok Tengah di wilayah Montong Ajan disebut belum kunjung mendapatkan penanganan berupa pengaspalan.

"Kami berharap pemerintah provinsi dapat segera merealisasikan pengaspalan jalan tersebut karena menjadi akses utama masyarakat untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan dasar," pungkasnya. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Lombok Barat Jalan Mbg pustu Desa Persiapan