LombokPost — Aktivitas kunjungan kapal pesiar (cruise) ke Pulau Lombok diproyeksikan bakal kembali bergeliat memasuki akhir tahun.
Sebanyak 16 kapal pesiar dijadwalkan akan membawa ribuan wisatawan mancanegara dan menyandar di Lombok mulai awal November hingga akhir Desember mendatang.
"Untuk saat ini memang belum ada kapal pesiar yang masuk. Nanti koordinasi dengan pihak karantina dan instansi terkait akan terus kita persiapkan," ungkap Branch Manager PT Pelindo Cabang Lembar Kunto Wibisono, Jumat (24/7).
Pihak Pelindo selaku pengeloa pelabuhan Gili Mas kini mulai mematangkan berbagai persiapan untuk menyambut gelombang kedatangan wisatawan tersebut.
Langkah koordinasi dengan pemangku kepentingan, termasuk pihak karantina, terus dimaksimalkan guna memastikan kelancaran proses kedatangan para penumpang.
Berdasarkan pola tahunan, kunjungan kapal pesiar di perairan Indonesia, khususnya Lombok, memiliki siklus tersendiri. Musim ramai atau high season kedatangan kapal pesiar gelombang pertama biasanya berlangsung sejak awal tahun, yakni Januari hingga April.
Setelah memasuki pertengahan tahun seperti Mei hingga pertengahan semester, intensitas kedatangan kapal cenderung melandai.
"Polanya memang begitu, awal tahun dari Januari sampai April rame. Nanti pertengahan tahun biasanya jarang, lalu akan naik lagi di akhir tahun mulai November sampai Desember," terangnya.
Secara keseluruhan, target awal kunjungan kapal pesiar sepanjang tahun ini sejatinya mencapai 30 kapal. Namun, terdapat penyesuaian agenda lantaran ada tiga kapal yang membatalkan kunjungan pada semester pertama lalu akibat kendala teknis.
"Sebenarnya tahun ini ada 30 kapal yang dijadwalkan. Tapi ada tiga kapal yang cancel di semester satu kemarin karena ada kendala mesin dan hal teknis lainnya. Jadi sisanya ada sekitar 27 kapal untuk total keseluruhan tahun ini," tambahnya.
Kedatangan 16 kapal pesiar pada periode November-Desember mendatang diharapkan menjadi angin segar bagi sektor pariwisata NTB. Momentum ini diprediksi mampu mendongkrak tingkat keterisian hotel, usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga jasa transportasi lokal di Lombok.
Pihak pengelola berharap seluruh jadwal kedatangan di akhir tahun dapat berjalan sesuai rencana tanpa ada pembatalan susulan. Koordinasi lintas sektor pun terus diperkuat untuk memberikan pelayanan optimal dan kesan positif bagi para pelancong mancanegara.
Sumber : Lombok Post