Warga Babakan Gerung Digegerkan dengan Penemuan Warga yang Meninggal di Emperan Rumah

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 05:54 WIB
TENANGKAN KELUARGA: Kapolsek Gerung AKP Lale Dewi Lungit Tanauran saat mencoba menenangkan keluarga IMS yang ditemukan meninggal di Kelurahan Babakan, Selasa (28/7). (Dok Polres Lobar)
TENANGKAN KELUARGA: Kapolsek Gerung AKP Lale Dewi Lungit Tanauran saat mencoba menenangkan keluarga IMS yang ditemukan meninggal di Kelurahan Babakan, Selasa (28/7). (Dok Polres Lobar)

 

LombokPost – Warga Lingkungan Babakan, Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial IMS, 51 tahun, dalam kondisi meninggal dunia di emperan belakang rumahnya, Selasa pagi (28/7).

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta itu pertama kali ditemukan oleh istrinya, NS, 49 tahun, sekitar pukul 05.45 Wita. 

"Saat hendak menuju dapur, NS mendapati suaminya tergantung menggunakan tali rafia hijau yang terikat pada rangka besi atap emperan rumah," jelas Kapolsek Gerung AKP Lale Dewi Lungit Tanauran 

Menyaksikan kejadian tersebut, NS langsung panik dan berteriak histeris. Ia kemudian mengambil pisau dapur dan memotong tali yang menjerat leher korban dengan harapan masih dapat menyelamatkan nyawa suaminya.

Namun, karena tidak mampu menopang tubuh korban seorang diri, IMS terjatuh ke lantai teras.

Baca Juga: Innalillahi, Mayat Seorang Nelayan Ditemukan Hanyut di Perairan Rambang

Setelah itu, NS berlari keluar rumah meminta pertolongan warga sekitar. Kerabat korban, KS, 50 tahun, bersama sejumlah tetangga yang mendengar teriakan tersebut segera datang membantu.

Korban kemudian dilarikan menggunakan mobil pribadi ke RSUD Tripat Gerung untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Setelah menerima laporan, Polsek Gerung langsung berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Lombok Barat untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Petugas melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan meminta keterangan saksi-saksi sesuai prosedur penanganan kejadian orang ditemukan meninggal dunia,” ujar AKP Lale Dewi.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan dua potong tali rafia hijau, tiga kursi plastik yang tersusun rapi, sebilah pisau dapur, sandal jepit, serta beberapa peralatan rumah tangga lainnya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan dokter di UGD RSUD Tripat menunjukkan bahwa korban tiba dalam keadaan tidak sadar, tanpa denyut nadi dan napas spontan. Upaya pertolongan medis tidak membuahkan hasil hingga korban dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Mayat Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pantai Labuhan Haji

Pemeriksaan luar atau visum et repertum yang dilakukan tim medis menemukan bekas jeratan dan pembengkakan pada leher korban. Tidak ditemukan tanda kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul, serta tidak ada tanda perlawanan pada tubuh korban.

Dari keterangan keluarga dan saksi-saksi, IMS diduga mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi dan utang piutang. Korban disebut beberapa kali mengeluhkan kesulitan keuangan dan sempat menyampaikan keinginan mengakhiri hidup.

Polisi juga menemukan percakapan pesan singkat yang diduga berkaitan dengan masalah ekonomi yang dihadapi korban.
Untuk memastikan penyebab pasti kematian, penyidik sempat menawarkan autopsi kepada keluarga.

Namun, keluarga menolak tindakan tersebut dan menyatakan menerima kejadian itu sebagai musibah. Pihak keluarga juga menyampaikan tidak akan menuntut pihak mana pun terkait peristiwa tersebut sehingga proses penanganan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
Meninggal Indonesia Lombok Barat Mayat NTB