
LombokPost — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Barat, Muhammad Busyairi, mengungkapkan kendala operasional yang dihadapi instansinya dalam menangani persoalan sampah di wilayah tersebut.
Keterbatasan armada truk pengangkut menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan volume sampah yang bisa dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Busyairi menjelaskan saat ini pihaknya hanya mengoperasikan sebanyak 17 unit dump truck. Kondisi tersebut membuat kapasitas pengangkutan sampah ke TPA menjadi sangat terbatas.
Baca Juga: Asap Masaro Sempat Dikeluhkan Warga Senteluk, DLH Lobar Siapkan Uji Emisi Bulan Ini
"Tapi memang kondisi kita sekarang ya dump truck itu hanya tujuh belas yang sehingga memang sampah yang terangkut yang terbatas bisa terangkut ke TPA," ujar Busyairi.
Dorong Pengelolaan dari Sumber
Mengingat terbatasnya armada serta kapasitas TPA yang kian mendesak, Busyairi menegaskan pemkab tidak bisa lagi mengandalkan pola pembuangan konvensional dengan mengirim sampah sebanyak-banyaknya ke TPA.
Jika pola tersebut terus dilanjutkan, TPA dipastikan akan segera mengalami kelebihan kapasitas (overload) dalam waktu dekat.
Sebagai solusi jangka panjang, DLH Lombok Barat mendorong masyarakat untuk mulai mengelola sampah secara mandiri langsung dari sumbernya.
Pengelolaan berbasis sumber ini dinilai sebagai langkah paling efektif untuk menekan volume sampah sebelum berakhir di pembuangan akhir.
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post Online