Senggigi Dapat Kado Spesial Rp 81 Miliar di HUT ke-25, Pasar Seni Bakal Disulap ala Sydney Harbour

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 19:33 WIB
BERI KETERANGAN: Wakil Bupati Lobar Nurul Adha didampingi Kades Senggigi Mastur saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (2/8).
​
BERI KETERANGAN: Wakil Bupati Lobar Nurul Adha didampingi Kades Senggigi Mastur saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (2/8). ​

LombokPost – Momentum Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Senggigi ke-25 berlangsung meriah dan penuh optimisme.

Selain diisi dengan kegiatan jalan sehat dan tasyakuran, momen ini menjadi titik balik kebangkitan kawasan pariwisata kebanggaan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tersebut.

Kabar paling menyita perhatian adalah kado bernilai fantastis yang diterima Desa Senggigi dari pemerintah pusat melalui Komisi V DPR RI. Tak tanggung-tanggung, anggaran jumbo sebesar Rp81 miliar dari Kementerian PUPR disiapkan untuk merombak total penataan kawasan Senggigi.

"Tahun ini kita mendapatkan kado yang luar biasa dari pemerintah pusat melalui Komisi V DPR RI. Ada pembangunan harbour di Pasar Seni yang terintegrasi langsung ke dermaga. Konsepnya nanti mengadopsi ikonik seperti Sydney Harbour," ujar Kepala Desa Senggigi Mastur di sela-sela acara puncak HUT Desa Senggigi.

Mastur mengungkapkan, proyek mega penataan yang rencananya direalisasikan pada tahun 2027 mendatang ini akan mengusung konsep modern dan terintegrasi.
​​

Mastur menambahkan, proyek penataan tersebut tidak lepas dari pengawalan dan perjuangan para wakil rakyat di Senayan, di antaranya H. Abdul Hadi dan Mori Hanafi. "Mudahan ini bisa terealisasi dan menjadi titik balik kemajuan wisata Senggigi dan NTB umumnya," harapnya.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Seni Senggigi Berlanjut, Kementerian PU Siapkan Rp 84,5 Miliar

Tidak hanya dari sisi infrastruktur makro, dari segi pelayanan publik, Desa Senggigi meluncurkan inovasi digitalisasi desa senggigi.id. Website dan layanan berbasis aplikasi seluler ini dihadirkan untuk mempermudah warga dalam mengurus berbagai dokumen administrasi surat-menyurat tanpa harus datang ke kantor desa.

​"Warga tidak perlu lagi mengantre di kantor. Cukup lewat smartphone atau jari jemari dari rumah, semua kebutuhan administrasi bisa dilayani," tegas Mastur.

​Di sisi lain, pencapaian kinerja Desa Senggigi sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang sangat positif. Angka stunting berhasil ditekan hingga tersisa 6 persen, terendah di Kecamatan Batulayar.

Selain itu, program jaminan sosial kesehatan masyarakat terus dijamin melalui alokasi APBD desa senilai Rp261 juta per tahun untuk BPJS Mandiri kolektif, hingga komitmen program "Satu Dusun Satu Sarjana".

​Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha yang hadir dalam perayaan HUT Senggigi menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas berbagai capaian serta dukungan anggaran penataan kawasan tersebut.

Baca Juga: Krisis Air Bersih NTB Tak Bisa Andalkan Mobil Tangki, Akademisi Unram Tawarkan Solusi Permanen

Pemerintah Daerah (Pemda) Lobar berkomitmen penuh untuk mengawal keberlanjutan penataan Senggigi yang sudah dimulai sejak 2025 lewat pembangunan jogging track.

​"Senggigi ini destinasi wisata kebanggaan kita bersama. Pemda Lobar tentu sangat mendukung, termasuk mendukung kegiatan Festival Senggigi untuk menggairahkan kembali iklim pariwisata. Kita ingin siapa pun yang datang ke Senggigi bisa merasakan kenyamanan dan merasa seperti di rumah sendiri," ungkap Nurul Adha.

​Terkait dengan kucuran dana Rp 81 miliar dari pusat, Ummi Nurul, sapaan akrab Wabup menyampaikan bahwa Pemda Lobar akan segera berkoordinasi secara intensif dengan DPR RI dan Kementerian PUPR guna memastikan teknis pengerjaan berjalan sinkron dengan masterplan penataan daerah.

​Dengan terobosan digitalisasi layanan dan rencana penataan berskala internasional ini, Desa Senggigi di usianya yang ke-25 makin mantap menegaskan posisinya sebagai ikon utama pariwisata Nusa Tenggara Barat. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
hut Senggigi Lombok Barat Kementerian PUPR NTB