LombokPost - Dinas Ketahanan Pangan Lombok Barat terus memperkuat ketahanan. Gerakan penanaman sayuran harian dimasifkan ke seluruh lapisan masyarakat.
”Penanaman itu dikelola perempuan-perempuan tergabung PEKKA,” kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Lombok Barat Afgan Kusumanegara.
Langkah pembudidayaan tanaman pangan mandiri dinilai sangat efektif membantu. Keberhasilan kelompok perempuan ini diharapkan memicu dorongan warga lainnya.
Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, BRIDA NTB Adopsi Inovasi Pertanian Jepang
”Kita harapkan anggota lain tertular dengan apa dilakukan,” ujar Afgan.
Berbagai jenis bantuan sarana produksi pertanian disalurkan ke masyarakat. Bantuan bibit diberikan secara gratis guna mendukung kelancaran program. ”Di sini kami memberikan bantuan bibit cabai dan terong,” sebutnya.
Selain bibit cabai dan terong disalurkan pula bibit tomat. Tanaman pakcoy serta kacang panjang turut melengkapi bantuan tersebut.
Baca Juga: Mangrove, Membangun Ketahanan Pangan untuk Ketahanan Iklim
”Kita juga memberikan bantuan pembuatan jamur dari janggel jagung,” tambahnya.
Hasil penanaman bibit bantuan kini mulai membuahkan hasil positif. Sejumlah tanaman milik kelompok warga tersebut sudah memasuki masa panen.
”Sekarang sudah mulai panen beberapa bibit yang kami tanam," tuturnya.
Baca Juga: Gubernur NTB Luncurkan Reformasi Pendidikan, Perkuat Mutu Sekolah hingga Ketahanan Pangan
Pemda optimis gerakan pangan mandiri dapat terus bertumbuh. Kesuksesan panen perdana menjadi bukti nyata efektivitas program ini.
”Kita menginginkan nanti gerakan ini menjadi lebih masif,” harapnya.
Penyebaran informasi keberhasilan budidaya perlu dilakukan secara meluas. Antar anggota masyarakat diharapkan bisa saling membagikan pengalaman budidaya.
”Setelah melihat keberhasilan nanti bisa saling tular ke PEKKA lainnya,” kata dia. (nur/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Liputan Berita Lombok Post