LombokPost - Seleksi pengisian jabatan Direktur Utama PT Tripat harus dipersiapkan setelah Direktur PT Tripat Wewe Anggreaningsih sebelumnya mengundurkan diri. Dirut baru BUMD Lombok Barat itu nantinya harus mampu menyumbang pendapatan daerah.
"Terkait pengunduran diri dari Ibu Wewe itu adalah hak pribadi," kata Anggota Komisi II DPRD Lombok Barat Munawir Haris.
Mundurnya pimpinan lama murni merupakan hak keputusan pribadi direktur. Alasan pengunduran diri lantaran ingin fokus mengurus kepentingan keluarga.
Baca Juga: Direktur PT Tripat Wewe Anggreaningsih Mengundurkan Diri, Sebut Alasan Urusan Keluarga di Paris
"Mundur per 22 Juli kemarin," sebutnya.
Pemerintah daerah harus bergerak cepat menunjuk pejabat pelaksana tugas sementara. Kepala Bagian Ekonomi ditunjuk mengisi kekosongan posisi pimpinan BUMD tersebut.
" Pak Abu Bakar sudah ditunjuk pemerintah daerah sebagai PLT," terangnya.
Baca Juga: DPRD Lobar dan PT Tripat Sebut Akses Satu Pintu Pura Meru di Taman Narmada Demi Lindungi Aset Negara
Penunjukan penanggung jawab sementara menjadi jembatan menuju seleksi definitif. Proses rekrutmen pimpinan baru diharapkan berjalan secara terbuka transparan.
"Pemerintah daerah harus melakukan uji kompetensi secara terbuka dan transparan," sarannya.
Kriteria calon pimpinan harus berlatar belakang profesional dan kompeten. Seleksi terbuka diperlukan guna menjaring figur pengelola usaha terbaik.
Baca Juga: PT Tripat Pertimbangkan Serahkan Kembali Aset LCC ke Pemkab Lobar
"Harus mencari figur-figur yang memang profesional," tegasnya.
Prinsip penempatan pejabat tepat wajib diterapkan dalam proses rekrutmen. Calon terpilih harus menguasai strategi pengembangan bisnis BUMD daerah.
"Harus sesuai dengan bidang dan latar belakang usaha yang dijalankan nantinya," ujarnya.
Tentunya harus ada target penambahan pendapatan asli daerah menjadi indikator kinerja utama. Pemimpin baru wajib membuktikan kemampuan finansial bagi kas daerah.
"Bagaimana dia (pimpinan Dirut PT Tripat berikutnya) akan dapat PAD dari usaha yang dijalankan BUMD," pintanya.
Dikarenakan PT Tripat mengelola aset potensial seperti kawasan Taman Narmada. Selain itu aset wisata Taman Suranadi turut menjadi tanggung jawab.
"Di luar Narmada ada Taman Suranadi," terangnya.
Calon dirut harus memiliki pemahaman mendalam sektor pariwisata daerah. Kemampuan promosi cagar budaya amat dibutuhkan dalam menggaet wisatawan.
"Minimal yang juga paham tentang pariwisata," katanya.
Kerja sama dengan pelaku industri pariwisata perlu diperluas masif. Agen perjalanan hingga pemandu wisata harus dirangkul secara optimal.
"Banyak hal yang harus dikerjasamakan oleh Dirut PT Tripat yang baru nantinya," jelasnya.
Dewan tidak membatasi latar belakang asal daerah calon pimpinan. Figur lokal maupun luar daerah memiliki kesempatan sama untuk bersaing.
"Intinya perusahaan ini jalan jauh lebih baik," jelas Munawir Haris.
Proses pembenahan internal BUMD sebelumnya diapresiasi oleh pihak dewan. Kinerja pejabat lama dalam menata manajemen patut diberikan penghormatan.
"Apresiasi kiat-kiat yang dilakukan kemarin (dirut sebelumnya)," pujinya.
Pendekatan kearifan lokal tetap penting diterapkan dalam manajemen BUMD. Pengelola baru diharapkan menjalin komunikasi harmonis dengan pedagang lokal.
"Perlu dipelajari kearifan lokal setempat," kata dia.
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Liputan Berita Lombok Post