LombokPost - Pemkab Lobar bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang melanda pemukiman warga di Desa Peresak, Narmada.
Wabup Lobar Nurul Adha, turun langsung memimpin peninjauan ke lokasi kejadian untuk memastikan penanganan darurat serta pemulihan bagi para korban berjalan optimal, Kamis (6/8).
Musibah yang dipicu korsleting listrik tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bangunan tempat tinggal dan berdampak langsung pada empat KK.
Baca Juga: Pemdes Peresak Imbau Warga Tak Perbaiki Listrik Mandiri
Dalam kunjungan tersebut, wabup yang akrab disapa Umi Una ini memboyong jajaran OPD teknis, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, pendamping PKH, hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lobar.
Umi Una menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa warga.
Ia menegaskan komitmen pemkab untuk menghadirkan solusi konkret yang cepat dan komprehensif, mengingat para korban membutuhkan kepastian tempat tinggal dalam waktu singkat.
Baca Juga: Satu Rumah di Presak Narmada Dilahap Si Jago Merah
”Keadaan rumah rusak parah akibat kebakaran. Penanganan cepat dilakukan pemkab bersama OPD terkait dan Baznas. Kalau lewat program RTLH prosesnya agak lama, padahal ini butuh cepat untuk tempat tinggal. Logistik bantuan cepat tanggap dari OPD juga sudah diserahkan langsung,” ujar Umi Una di lokasi bencana.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar dan bantuan darurat logistik, pemkab juga memberi perhatian khusus pada penanganan dokumen-dokumen kependudukan penting milik warga yang ludes terbakar.
Keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga terdampak turut menjadi prioritas pendampingan agar masa depan mereka tidak terputus akibat musibah ini.
Baca Juga: Wisata Aik Nyet Buwun Sejati, Oase Sejuk Kaki Hutan Lindung di Narmada
Untuk solusi jangka panjang berupa rekonstruksi hunian, Baznas siap memfasilitasi pembangunan kembali rumah para korban melalui program khusus.
Pihaknya mengalokasikan bantuan stimulan agar para korban dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak.
Ketua Baznas Lobar TGH Taisir Al-Azhar menjelaskan bahwa dana bantuan tersebut bersumber dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para ASN serta anggota DPRD Lombok Barat.
”Insya Allah, rumah milik korban kebakaran akan dibangunkan kembali melalui program Mahyani (Membangun Rumah Layak Huni). Ini merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama dalam meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” pungkas TGH Taisir. (nur/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post