KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Angkut 131 Penumpang dan 79 Kendaraan

Kimda Farida • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:07 WIB
KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8).
KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8).

 

LombokPost--Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi penumpang dan kru KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8) pagi.

Berdasarkan data manifest kapal yang beredar, terdapat 131 penumpang dan 79 kendaraan dalam pelayaran tersebut.

Dari total penumpang, sebanyak 88 orang berada di dalam kendaraan, sementara 43 orang merupakan penumpang pejalan kaki.

Data manifest juga mencatat 83 penumpang laki-laki dan lima penumpang perempuan di dalam kendaraan.

Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait terhadap kebenaran data manifest yang diterima Lombok Post tersebut.

Sejumlah armada laut dan dukungan pemantauan udara dikerahkan untuk mempercepat proses penyelamatan setelah kapal terbakar saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Baca Juga: Terbaru! Evakuasi Penumpang KMP Putri Yasmin yang Terbakar Masih Berlangsung

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.15 WITA. Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat sekitar pukul 04.39 WITA dan langsung mengerahkan personel menuju lokasi kejadian.

131 Penumpang dan 79 Kendaraan dalam Manifest

Data manifest KMP Putri Yasmin tertanggal 12 Agustus 2026 mencatat jumlah penumpang sebanyak 131 orang.

Rinciannya, 88 penumpang tercatat berada di dalam kendaraan dan 43 lainnya merupakan penumpang pejalan kaki. Sementara itu, jumlah kendaraan yang tercatat dalam manifest mencapai 79 unit.

Kendaraan tersebut terdiri atas 57 unit Golongan II, 13 unit Golongan V barang, empat unit Golongan IV barang, dan lima unit Golongan IV penumpang.

Data tersebut menjadi salah satu acuan dalam proses pendataan dan penanganan penumpang oleh tim gabungan di lokasi.

SAR Kerahkan Kapal dan Helikopter

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan keselamatan seluruh penumpang dan kru menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.

“Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian,” ujar Hariyadi.

Selain armada dari Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar mengerahkan KN SAR Arjuna untuk membantu proses evakuasi.

Pemantauan dari udara juga dilakukan dengan melibatkan helikopter SGi Air Bali. Dukungan tersebut dilakukan untuk memperluas pemantauan kondisi di sekitar lokasi kapal terbakar sekaligus membantu proses penyelamatan.

Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Bali, KMP Port Link 2 Turun Tangan Evakuasi Penumpang

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yacht, SGi Air Bali, masyarakat setempat, serta unsur terkait lainnya.

Hingga Rabu pagi, proses evakuasi masih berlangsung. Tim SAR gabungan terus melakukan penyelamatan sekaligus pendataan terhadap penumpang dan kru KMP Putri Yasmin.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
KMP Putri Yasmin Selat Lombok tim sar evakuasi kapal terbakar