LombokPost--Kebakaran KMP Putri Yasmin saat berlayar dari Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, diduga berasal dari satu unit truk box yang berada di dalam kapal.
Insiden tersebut terjadi saat kapal melintas di sekitar Perairan Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong, Rabu (12/8) dini hari.
Informasi kebakaran diterima sekitar pukul 04.50 WITA.
KMP Putri Yasmin diketahui merupakan kapal milik PT JEMLA (Jembatan Lautan) yang tengah menjalankan pelayaran menuju Lembar.
Berdasarkan informasi awal, api diduga muncul dari satu unit truk box yang berada di dalam kapal.
Namun, sumber pasti kebakaran dan perkembangan api masih dalam proses penanganan serta pendalaman oleh pihak terkait.
Saat kejadian, posisi terakhir KMP Putri Yasmin diketahui berada di sekitar Perairan Bangko-Bangko, Sekotong. Kru kapal masih berupaya melakukan penanganan terhadap kebakaran.
Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk mengevakuasi penumpang dan kru kapal di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8) pagi.
Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Angkut 131 Penumpang dan 79 Kendaraan
Berdasarkan data manifest KMP Putri Yasmin tertanggal 12 Agustus 2026 yang beredar dan belum terkonfirmasi, terdapat 131 penumpang dan 79 kendaraan dalam pelayaran tersebut.
Dari jumlah tersebut, 88 orang tercatat berada di dalam kendaraan, sedangkan 43 lainnya merupakan penumpang pejalan kaki.
Manifest juga mencatat 83 penumpang laki-laki dan lima penumpang perempuan yang berada di dalam kendaraan.
KMP PortLink II yang berada di sekitar lokasi diarahkan mendekati KMP Putri Yasmin untuk membantu penanganan.
Kapal tersebut juga disiapkan untuk membantu evakuasi penumpang maupun awak kapal apabila diperlukan.
Selain itu, KMP Parama Kalyani direncanakan ikut memberikan bantuan setelah menyelesaikan proses bongkar muatan di Pelabuhan ASDP Lembar. Kapal tersebut selanjutnya akan bergerak menuju lokasi KMP Putri Yasmin.
79 Kendaraan Ada dalam Manifest
Data manifest mencatat sebanyak 79 kendaraan berada dalam pelayaran KMP Putri Yasmin.
Rinciannya terdiri atas 57 kendaraan Golongan II, 13 kendaraan Golongan V barang, empat kendaraan Golongan IV barang, dan lima kendaraan Golongan IV penumpang.
Data manifest tersebut menjadi salah satu acuan tim dalam melakukan pendataan penumpang dan kendaraan selama proses penanganan insiden.
Baca Juga: Terbaru! Evakuasi Penumpang KMP Putri Yasmin yang Terbakar Masih Berlangsung
SAR Kerahkan Kapal dan Helikopter
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan keselamatan seluruh penumpang dan kru menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.
“Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian,” ujar Hariyadi.
Kantor SAR Denpasar juga mengerahkan KN SAR Arjuna untuk membantu proses evakuasi.
Pemantauan dari udara dilakukan dengan melibatkan helikopter SGi Air Bali. Dukungan tersebut digunakan untuk memperluas pemantauan kondisi di sekitar lokasi kapal terbakar sekaligus membantu proses penyelamatan.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yacht, SGi Air Bali, masyarakat setempat, serta unsur terkait lainnya.
Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Bali, KMP Port Link 2 Turun Tangan Evakuasi Penumpang
Kondisi Penumpang Masih Didata
Hingga Rabu pagi, proses evakuasi dan pendataan masih berlangsung. Tim SAR gabungan terus melakukan penyelamatan terhadap penumpang dan kru KMP Putri Yasmin.
Informasi mengenai jumlah penumpang yang telah berhasil dievakuasi dan kondisi korban masih menunggu pembaruan resmi dari tim gabungan di lokasi.
Editor : Kimda FaridaSumber : siaran pers