KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Evakuasi Korban Melibatkan Sejumlah Kapal

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:29 WIB
EVAKUASI KORBAN: Tim SAR gabungan mengevakuasi penumpang KMP Putri Yasmin saat tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Rabu (12/8). KMP Putri Yasmin 
sebelumnya terbakar di perairan Selat Lombok. (IVAN/ LOMBOK POST)
EVAKUASI KORBAN: Tim SAR gabungan mengevakuasi penumpang KMP Putri Yasmin saat tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Rabu (12/8). KMP Putri Yasmin sebelumnya terbakar di perairan Selat Lombok. (IVAN/ LOMBOK POST)

LombokPost - Kapal penumpang KMP Putri Yasmin yang melayani rute Bali-Lombok terbakar di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8) dini hari.

Saat kejadian kapal mengangkut 212 orang termasuk penumpang dan kru. Dari jumlah itu satu orang meninggal dunia dan 12 luka-luka. 

Informasi yang diterima Lombok Post dari Basarnas Mataram, KMP Putri Yasmin bertolak dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat sekitar pukul 02.05 Wita. Namun, pukul 04.15 Wita, kapal mengalami kebakaran di Selat Lombok.

Baca Juga: Pencarian Hari Kedua Korban dan Bangkai KMP Putri Yasmin Masih Nihil, Heli dan Kapal SAR Dikerahkan

Nakhoda KN SAR 220 Mataram yang memantau sinyal kedaruratan segera meneruskan informasi tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram pada pukul 04.39 Wita.

Menerima laporan darurat, tim rescue bergerak cepat menuju Pelabuhan Lembar pukul 04.45 Wita, disusul pergerakan kapal utama KN SAR 220 Mataram menuju titik lokasi kejadian (Last Known Position/LKP) pada pukul 05.40 Wita.

Selain KN SAR 220, proses evakuasi korban melibatkan sejumlah kapal. Diantaranya, KMP Portlink II, Kapal Yacht Steel Here, KAL Mataram, RIB Basarnas, Kapal Polairud, KAL Lembar, hingga Rigid Buoyancy Boat (RBB), KMP Perama Kaliani, dan KN SAR Arjuna.

Baca Juga: Tragis! Selviana Rambu Maya Hilang Usai KMP Putri Yasmin Terbakar, Suami Selamat di Lembar

“Saat proses evakuasi, korban ada yang dibawa ke Pelabuhan Padangbai di Bali dan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar Syamsu Rizal.

Manifes Simpang Siur

Kantor Search and Rescue (SAR) Mataram meluruskan kesimpangsiuran data terkait total penumpang dan kru KMP Putri Yasmin yang mengalami musibah kebakaran di perairan Lombok. Berdasarkan hasil penyisiran dan konfirmasi tim gabungan di lapangan, jumlah orang yang dievakuasi tercatat sebanyak 212 orang.

Baca Juga: Pencarian Diintensifkan, 5 Penumpang KMP Putri Yasmin Dilaporkan Masih Hilang di Selat Lombok

Kepala Basarnas Mataram Muhamad Hariyadi memaparkan, pembaruan data tersebut merupakan akumulasi keseluruhan penumpang beserta kru kapal yang berhasil diselamatkan maupun yang dievakuasi oleh tim SAR darurat.

"Total keseluruhan korban dan kru yang berhasil kami konfirmasi dan evakuasi sejauh ini mencapai 212 orang. Angka ini sudah mencakup seluruh penumpang dan kru kapal," jelasnya.

Terkait jumlah pasti kru kapal, pihaknya mencatat adanya variasi data awal. Semula, manifest mencatat 17 orang kru, namun berkembang menjadi 24 orang jika memperhitungkan petugas kantin di atas kapal. Untuk validasi rincian kru tersebut, Basarnas menyerahkan konfirmasi akhir kepada pihak perusahaan pelayaran KMP Putri Yasmin.

Di tengah pembaruan data tersebut, Basarnas menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya dua orang penumpang yang diduga masih hilang. Kedua penumpang tersebut diinformasikan merupakan pasangan suami istri (pasutri).

Menanggapi hal tersebut, Hariyadi menegaskan Posko SAR di pelabuhan terbuka untuk pencocokan data keluarga. "Jika ada anggota keluarga yang merasa kehilangan dan membawa identitas korban, silakan langsung datang ke posko. Kami akan mencocokkan dengan manifest hasil evakuasi yang sudah terkonfirmasi untuk terus menyelaraskan data," tegasnya.

Operasi pencarian di laut dihentikan sementara pada malam hari akibat terbatasnya jarak pandang (visibility). Penyisiran kembali akan dilakukan hari ini dengan memanfaatkan periode golden time.

Hariyadi menjelaskan, standar golden time pencarian keselamatan difokuskan pada tiga hari pertama. Kendati demikian, sesuai regulasi, operasi SAR secara umum akan tetap dibuka sampai seluruh korban yang dilaporkan dapat ditemukan.

Operasi evakuasi ini melibatkan 500 personel tim gabungan. Mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Polairud, jajaran pelabuhan, PT ASDP, Pangkalan TNI AL, pihak armada kapal, hingga tim medis dari rumah sakit rujukan.

"Semua pemangku kepentingan bergerak di lapangan untuk memastikan proses pencarian dan verifikasi data berjalan tuntas," pungkasnya. (yon/nur/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
KMP Putri Yasmin asdp basarnas Polri TNI