Penyebab Kebakaran Tunggu Hasil Investigasi KNKT, Pemprov NTB dan Basarnas Buka Call Center

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:35 WIB
KUNJUNGI KORBAN: Menhub Dudy Purwagandhi didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat mengunjungi korban terbakarnya KMP Putri Yasmin di RSUD Tripat Gerung, Rabu (12/8). (RSUD TRIPAT FOR LOMBOK POST)
KUNJUNGI KORBAN: Menhub Dudy Purwagandhi didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat mengunjungi korban terbakarnya KMP Putri Yasmin di RSUD Tripat Gerung, Rabu (12/8). (RSUD TRIPAT FOR LOMBOK POST)

LombokPost - Terbakarnya KMP Putri Yasmin di Perairan Selat Lombok mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi turun langsung meninjau lokasi evakuasi bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Menhub menegaskan, fokus utama tim gabungan saat ini adalah penanganan korban serta penyelamatan seluruh penumpang dan awak kapal. "Atas nama wakil pemerintah pusat dan pak gubernur, kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas kecelakaan KMP Putri Yasmin. Kami juga menyampaikan turut berduka cita atas adanya satu korban meninggal dunia dalam insiden ini," ujar Dudy di Pelabuhan Lembar, Rabu (12/8).

Selain satu korban jiwa, tercatat sebanyak 12 korban luka-luka yang kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat. Menhub mengapresiasi kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan darurat kecelakaan laut ini.

Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Bali, KMP Port Link 2 Turun Tangan Evakuasi Penumpang

Sejak sinyal kedaruratan kapal terbakar dipancarkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), tim gabungan yang dipimpin Basarnas bersama pemda, TNI, Polri, Polairud, Danlanal, hingga PT ASDP langsung bergerak cepat ke titik koordinat.

"Karakteristik perairan Lombok memiliki arus yang cukup kuat. Jika terjadi musibah, dibutuhkan reaksi yang sangat cepat. Penanganan cepat dari Basarnas dan seluruh pihak berhasil mengevakuasi mayoritas penumpang serta kru kapal," kata Dudy.

Penyebab Kebakaran

Baca Juga: Terbaru! Evakuasi Penumpang KMP Putri Yasmin yang Terbakar Masih Berlangsung

Terkait penyebab pasti kebakaran, Kementerian Perhubungan memilih tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Dudy menegaskan, berdasarkan pemeriksaan kelaikan terakhir pada Juni lalu, KMP Putri Yasmin dinyatakan layak melaut.

"Kita tidak boleh terburu-buru menyimpulkan apakah ini faktor kelalaian angkutan, kapal, atau hal lain. Kita berikan kesempatan kepada KNKT untuk bekerja secara menyeluruh," tegasnya.

Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Angkut 131 Penumpang dan 79 Kendaraan

Meski demikian, Dudy menyoroti persoalan selisih data penumpang (manifest) yang tercatat awal sebanyak 114 orang di luar kru kapal, sementara jumlah korban terevaluasi berkembang hingga mendekati 187 orang.

Menurutnya, perbedaan ini kerap terjadi akibat jeda waktu antara penerbitan Surat Izin Berlayar (SIB) dengan pemberangkatan kapal, di mana adanya penambahan penumpang susulan sering tidak dilaporkan.

"Ini menjadi bahan evaluasi penting. Setiap penambahan penumpang wajib dilaporkan agar pihak Basarnas tahu pasti target pencarian dan pihak asuransi dapat menyiapkan cadangan penjaminan secara akurat," tambahnya.

Terkait pemenuhan hak-hak korban dan kerugian materil, Menhub Dudy memastikan seluruh jaminan akan ditanggung oleh pihak asuransi Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera. Mulai dari santunan korban jiwa, biaya perawatan medis bagi korban luka, hingga ganti rugi kendaraan serta barang bawaan penumpang yang hilang.

Apresiasi Proses Evakuasi

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan apresiasi kepada tim SAR gabungan. Gubernur menilai kecepatan bertindak menjadi kunci utama terminimalisirnya jumlah korban jiwa dalam insiden ini.

"Kejadian tercatat pukul 04.20 Wita. Dalam waktu relatif singkat, hanya sekitar dua jam, enam kapal evakuasi sudah berada di lokasi. Kecepatan ini sangat krusial mengingat bangkai kapal sempat terhanyut menuju arah Samudra Hindia," papar Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu.

Pemerintah Provinsi NTB bersama Basarnas juga membuka call center atau layanan aduan masyarakat untuk memverifikasi data penumpang yang diduga ikut dalam pelayaran tersebut. Sesuai prosedur operasi standar (SOP), operasi pencarian dan pertolongan oleh Basarnas akan dioptimalkan dalam beberapa hari ke depan.

Perawatan Gratis

 Sejumlah korban kebakaran KMP Putri Yasmin dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat), Gerung. Menhub dan gubernur NTB juga berkesempatan meninjau langsung kondisi para korban usai melakukan pemantauan di Pelabuhan Lembar. Korban KMP Putri Yasmin mendapatkan perawatan medis secara optimal dan gratis. 

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Tripat drg. I Nyoman Adnyana Putra mengungkapkan, penanganan darurat dilakukan sesaat setelah pihaknya menerima koordinasi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan petunjuk langsung dari Direktur RSUD Tripat.

"Begitu menerima informasi dari KKP, direktur memerintahkan saya untuk langsung menyiapkan tim gerak cepat di IGD," ujar drg. Nyoman.

Sebagai langkah antisipasi lonjakan pasien maupun kondisi krisis, manajemen RSUD Tripat menginstruksikan pengosongan ruang Intensive Care Unit (ICU). Armada ambulans emergency 119 beserta ambulans jenazah turut disiagakan secara penuh.

Selain tindakan medis darurat, pemenuhan nutrisi menjadi prioritas perhatian. Mengingat para korban menghabiskan waktu lama di laut, asupan makanan segera diberikan untuk mencegah risiko hipotermia dan penurunan kondisi fisik secara drastis.

"Tim gizi rumah sakit langsung menyiapkan Makanan Tambahan (MT) karena mayoritas pasien mengalami lemas dan kelaparan setelah sekian lama mengapung di laut," jelasnya. (nur/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
KMP Putri Yasmin perawatan korban rumah sakit RSUD