Berada di bawah naungan Yayasan Batu Emas, dapur MBG yang berlokasi di kawasan Banyumulek (wilayah perbatasan Kediri dan Labuapi), Kabupaten Lombok Barat ini konsisten mengawal keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kunci utamanya terletak pada pendekatan yang humanis, yakni menyajikan hidangan yang lezat, higienis, dan pas dengan lidah anak-anak hingga tak tersisa sedikit pun.
Tantangan terbesar dalam program pemenuhan gizi massal adalah meminimalkan food waste atau sisa makanan yang terbuang. Makanan bergizi setinggi apa pun tidak akan memberikan dampak kesehatan jika berakhir di tempat sampah.
Baca Juga: BGN Tutup 504 Dapur MBG Akibat Tak Higienis, Sekitar 3.000 Dapur Masih Jalani Pemeriksaan
Menyadari hal tersebut, tim koki di SPPG Banyumulek merancang variasi menu harian yang dinamis. Penyesuaian jenis hidangan, tekstur, hingga tingkat bumbu dilakukan secara presisi dengan mempertimbangkan rentang usia penerima manfaat, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA.
Hasilnya amat positif. Setiap harinya, tempat makan yang kembali dari sekolah-sekolah dalam keadaan bersih. Makanan habis disantap tanpa sisa, menandakan bahwa variasi menu yang dihadirkan berhasil memenuhi preferensi rasa para pelajar.
Pemilik Yayasan Batu Emas, Muhazam, S.P., menyampaikan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari disiplin operasional di dapur gizi. Pihaknya menerapkan standar pengawasan ketat dan berlapis di setiap lini produksi guna memastikan seluruh arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN) terpenuhi tanpa kompromi.
Baca Juga: Di Tengah Riuh Pemilihan Ketua KONI NTB, Gubernur Iqbal Serukan Damai Demi PON 2028
"Semua arahan dari BGN kami penuhi secara konsisten. Pengawasan ketat diterapkan mulai dari pemilihan bahan baku segar berkualitas, proses pengolahan higienis di dapur, hingga ketepatan waktu armada distribusi agar makanan sampai di sekolah dalam kondisi masih segar dan layak konsumsi," ujar Muhazam.
Selain cita rasa, aspek sanitasi dan kebersihan lingkungan menjadi pilar utama. Seluruh staf dapur dan fasilitas operasional wajib menjalankan protokol kebersihan ketat untuk menjamin setiap porsi hidangan bebas dari potensi kontaminasi maupun kuman penyakit.
Kini, jangkauan operasional SPPG Banyumulek, termasuk unit operasional di Karang Bongkot yang berada di bawah naungan yayasan yang sama, telah berkembang pesat. Dapur gizi ini rutin menyalurkan 2.615 porsi makanan bergizi setiap hari.
Layanan distribusi ini menjangkau 22 lembaga pendidikan yang tersebar di wilayah strategis Lombok Barat, mencakup Desa Karang Bongkot, Desa Perampuan Kuranji, Desa Kuranji Dalang, hingga Desa Telaga Waru. Tingkatan sekolah yang terlayani meliputi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) & Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMPN 2 Labuapi) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Melalui konsistensi dalam menjaga gizi, kebersihan, dan cita rasa, SPPG Banyumulek Yayasan Batu Emas optimistis dapat terus menjadi garda terdepan dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sehat, cerdas, dan bebas dari masalah kurang gizi.
Editor : Siti Aeny MaryamSumber : Liputan