LombokPost – Pekan Kesenian Senggigi kembali menghadirkan suasana meriah di kawasan wisata Senggigi, Sabtu (15/8).
Digelar di Amphitheater Pasar Seni Senggigi mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WITA, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Senggigi bertajuk The Soul of Lombok itu kembali dipadati masyarakat dan wisatawan.
"Tak hanya wisatawan lokal, sejumlah turis mancanegara yang tengah menikmati liburan di kawasan Senggigi juga terlihat antusias mengikuti berbagai kegiatan. Kehadiran wisatawan asing membuat suasana Pekan Kesenian Senggigi semakin semarak," jelas Kepala Desa Senggigi Mastur.
Ada yang berbeda pada gelaran kali ini. Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, panitia menghadirkan sejumlah perlombaan khas Agustusan, salah satunya lomba makan kerupuk.
Baca Juga: Menginap Nyaman dengan Nuansa Taman Tropis di Hotel Merumatta Senggigi
Lomba tersebut sontak mengundang perhatian pengunjung. Anak-anak hingga wisatawan mancanegara ikut ambil bagian. Gelak tawa dan sorak-sorai penonton pecah ketika para peserta berusaha menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa menggunakan tangan.
Bagi wisatawan asing, lomba sederhana tersebut justru menjadi pengalaman unik untuk mengenal tradisi perayaan kemerdekaan Indonesia secara langsung.
Mastur mengapresiasi antusiasme masyarakat dan wisatawan terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, Pekan Kesenian Senggigi telah menjadi ruang yang efektif untuk menghidupkan kembali kawasan wisata sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan.
“Kami antusias dan sangat mengapresiasi acara seperti ini. Tadi kita lihat banyak tamu yang tertarik dengan kegiatan ini dan banyak yang ikut di perlombaan-perlombaan yang ada di Pekan Kesenian Senggigi ini,” ujarnya.
Mastur berharap kegiatan tersebut dapat terus digelar secara konsisten setiap pekan. Desa Senggigi, kata dia, siap mendukung Pemkab Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata dalam menghidupkan kawasan Senggigi.
“Selaku tuan rumah sangat baik untuk mendukung atraksi-atraksi dan kegiatan-kegiatan untuk mendukung destinasi kita yang ada di Lombok Barat. Saya kira selamanya, setiap malam minggu kita adakan kegiatan di sini,” tegasnya.
Baca Juga: Saat Musik Tradisional Mengalun di Festival Senggigi: Turis Asing Terpikat, Warga Lebur dalam Tarian
Selain lomba Agustusan, pengunjung disuguhi beragam pertunjukan seni budaya dari Kecamatan Gerung. Di antaranya Cilokak Sasak dan Bekayat Sasak, serta berbagai tarian tradisional yang menampilkan kekayaan budaya lokal.
Camat Gerung Fitriati Wahyuni yang jauh-jauh datang menonton atraksi seni dan budaya ke Senggigi turut memberikan apresiasi.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan ruang bagi para seniman dan pelaku budaya untuk tampil sekaligus memperkenalkan tradisi kepada generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini masih bisa berlanjut, sehingga bisa memberikan ruang dan wadah untuk melestarikan budaya terutama untuk generasi muda di Kecamatan Gerung,” katanya.
Ia berharap Pekan Kesenian Senggigi dapat berlangsung konsisten sehingga memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Lombok Barat.
Antusiasme masyarakat dan turis mancanegara menjadi bukti bahwa perpaduan seni, budaya, hiburan, dan tradisi lokal dapat menjadi daya tarik wisata.
Pekan Kesenian Senggigi pun terus diarahkan sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post