LombokPost - Musibah terbakarnya KMP Putri Yasmin mengguncang perairan Selat Lombok, Rabu (12/8).
Kapal penumpang tersebut mendadak terbakar hebat pada Rabu dini hari. Kepanikan luar biasa melanda ratusan orang yang berada di atas kapal.
Sebanyak 212 penumpang berhasil dievakuasi selamat ke Pelabuhan Lembar. Petugas berhasil melakukan pemeriksaan korban selamat di Pelabuhan Lembar.
Baca Juga: Pasca-Kebakaran KMP Putri Yasmin, SOP Manifes dan Muatan Kapal Diperketat
Satu orang penumpang tewas dalam musibah tragis tersebut.
Empat korban lain dinyatakan hilang dan masih terus dilakukan pencarian. Korban hilang yakni Yasir Arafat serta korban wanita Selvina Rambu Mayi.
Dua korban lainnya yaitu I Made Sutarjana dan Slamet Yulianto.
Baca Juga: Hari Keempat Pencarian Korban KMP Putri Yasmin, Tim SAR Sisir Selat Lombok hingga Nusa Penida
Isak tangis keluarga korban pecah memenuhi areal Posko Pelabuhan Lembar.
Satu warga Sumba Tengah Nufri setia menunggu kepastian kabar keponakannya. Selvina Rambu Mayi yang terpisah dari suaminya saat melompat ke laut.
”Arus ombak tinggi memisahkan genggaman tangan mereka,” tutur Nufri.
Baca Juga: Gapasdap Pastikan KMP Putri Yasmin Kantongi Dokumen Kelaikan, Komisi V DPR RI Minta Evaluasi Total
Suami Selvina berhasil ditemukan selamat oleh kapal penyelamat Parama Kalyani.
Sang suami sempat terombang-ambing jauh hingga kawasan perbatasan perairan Australia. Kondisi fisik sang suami membaik walau masih trauma berat. Ia enggan makan lantaran terus mencemaskan nasib sang istri tercinta.
Pihak keluarga bertahan di Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai, berharap keluarganya bisa ditemukan selamat. Penantian dan asa harapan dilontarkan demi mendapatkan informasi terkini petugas.
Memasuki hari kelima operasi SAR gabungan terus diperluas maksimal. Pencarian korban kini menembus lintasan wilayah perairan Pulau Bali.
Kantor SAR Mataram mengerahkan alut utama komprehensif ke tengah laut.
Perahu RIB 02 Mataram menyisir tajam kawasan timur laut kejadian.
Kekuatan armada SAR Denpasar diterjunkan penuh menyisir kawasan selatan Nusa Penida. ”Pencarian hari kelima kami bagi ke dalam tiga sektor,” kata Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi Minggu, (16/8).
Penyisiran darat juga diperketat sepanjang garis pantai hingga Belongas.
Helikopter udara ikut dikerahkan memantau kondisi dari atas langit. Pihak VTS Lembar terus memancarkan sinyal radio ke kapal melintas. Seluruh elemen SAR gabungan bersinergi penuh tanpa kenal lelah. Ratusan personel terlatih bersatu demi menemukan seluruh korban hilang.
Pemerintah menjamin keselamatan seluruh tim bekerja di lapangan terbuka. Harapan besar bertumpu pada kesiapan fisik para petugas penyelamat. Operasi kemanusiaan terus berjalan intensif hingga seluruh korban ditemukan atau hingga 7 hari pencarian sesuai prosedurnya. (NURUL HIDAYATI, Lombok Barat/*/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post