Unram Hilirisasi Kepiting Bakau Jadi Produk Krispi

Kimda Farida • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:20 WIB
TEKNOLOGI BARU: Tim Pengabdian Universitas Mataram menjelaskan pengoperasian deep fryer dan mesin peniris minyak kepada anggota Pokdarwis Bagek Kembar di Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.
TEKNOLOGI BARU: Tim Pengabdian Universitas Mataram menjelaskan pengoperasian deep fryer dan mesin peniris minyak kepada anggota Pokdarwis Bagek Kembar di Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

 

 LombokPost--Potensi melimpah kepiting bakau di kawasan pesisir Sekotong terus didorong agar memiliki nilai tambah.

Universitas Mataram (Unram) menerjunkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat untuk menggembleng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bagek Kembar, Desa Cendi Manik, Lombok Barat, mengolah kepiting bakau menjadi produk krispi yang tahan lama dan siap bersaing di pasar.

Guna meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi, tim mengenalkan teknologi deep fryer dan mesin peniris minyak (spinner).

“Potensi kepiting bakau perlu didorong menjadi produk olahan bernilai tambah, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Ketua Tim Pengabdian Unram Wastu Ayu Diamahesa, S.Pi., M.Si., Ph.D.

Program hilirisasi ini dibiayai melalui skema BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.

Wastu Ayu Diamahesa dari Prodi Budidaya Perairan memimpin program ini bersama Yesica Marcelina Romauli Sinaga, S.T.P., M.Si. dari Ilmu dan Teknologi Pangan dan Muhamad Bai’ul Hak, S.E., M.AppEc dari Ekonomi Pembangunan.

Baca Juga: Gandeng Kader PKK Bonjeruk, Poltekkes Mataram Kembangkan Herbal Berbasis Wisata

Pendampingan difokuskan untuk mengatasi kendala produksi yang selama ini dialami Pokdarwis, seperti keterbatasan alat, standardisasi kualitas, keamanan pangan, hingga masalah legalitas dan pemasaran.

Lewat pelatihan intensif, pemahaman peserta mengenai penggunaan teknologi modern meningkat signifikan berdasarkan hasil pre-test dan post-test.

Tak sebatas pelatihan alat, tim Unram menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi guna menjaga konsistensi rasa dan kerenyahan.

Aspek legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, hingga sertifikasi halal turut difasilitasi, didampingi pelatihan manajemen keuangan serta strategi pemasaran digital.

Langkah ini diharapkan tak sekadar mendongkrak pendapatan warga, tetapi juga mengukuhkan kepiting presto krispi sebagai produk kuliner khas ekowisata Sekotong.

“Legalitas dan pembukuan menjadi bagian penting agar Pokdarwis memiliki fondasi usaha yang jelas. Kami berharap hilirisasi ini memberikan manfaat nyata secara berkelanjutan,” pungkas Wastu.

Editor : Kimda Farida
Sumber : siaran pers
Kepiting Bakau Pokdarwis Bagek Kembar Lombok Barat Universitas Mataram Sekotong