Kawal Ibu Hamil, Poltekkes Mataram Bentuk Kader SATRIA

Kimda Farida • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:28 WIB
PERKUAT KESEHATAN IBU: Kebersamaan tim pengabdi Poltekkes Kemenkes Mataram, Pemdes Kebon Ayu, Puskesmas Gerung, dan kader kesehatan saat peluncuran gerakan pendampingan Kader SATRIA di Desa Kebon Ayu, Lombok Barat, Kamis (20/8).
PERKUAT KESEHATAN IBU: Kebersamaan tim pengabdi Poltekkes Kemenkes Mataram, Pemdes Kebon Ayu, Puskesmas Gerung, dan kader kesehatan saat peluncuran gerakan pendampingan Kader SATRIA di Desa Kebon Ayu, Lombok Barat, Kamis (20/8).

 LombokPost--Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram menggembleng 35 kader kesehatan Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, melalui program pendampingan Kader SATRIA (Sigap, Aktif, Terampil, Responsif) di Posyandu setempat, Kamis (20/8).

Inovasi pemberdayaan berbasis masyarakat ini disiapkan untuk memperkuat pemantauan kehamilan sekaligus menggenjot cakupan kunjungan Antenatal Care (ANC) di tingkat desa.

Upaya penekanan angka risiko kehamilan terus diperkuat dari tingkat tapak. Memanfaatkan potensi 35 kader aktif yang tersebar di tujuh dusun Desa Kebon Ayu, Poltekkes Kemenkes Mataram menginisiasi gerakan pendampingan intensif selama enam bulan.

Ketua Tim PkM Poltekkes Kemenkes Mataram Fitra Arsy Nur Cory’ah, SST., M.Keb mengatakan, program ini lahir guna menjawab tantangan pemantauan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Gerung. Data menunjukkan cakupan kunjungan kehamilan lengkap (K4) baru menyentuh 91,67 persen, atau masih di bawah target nasional sebesar 95 persen.

Baca Juga: Sosialisasi Tim Basaibu Wiki NTB di SMAN 9 Mataram Dorong Siswa Berani Bersuarakan Aspirasi

Selain itu, tingkat pemahaman ibu hamil terhadap pemanfaatan isi Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) di Desa Kebon Ayu baru mencapai 25 persen.

"Kader merupakan sosok yang paling dekat dengan warga. Melalui gerakan SATRIA, kami ingin kader tidak hanya hadir saat jadwal posyandu, tetapi mampu menjadi pendamping ibu hamil yang sigap, aktif, terampil, dan responsif di lingkungannya," terang Fitra.

Dalam pelaksanaannya, Fitra didampingi anggota tim Syajaratuddur Faiqah, SST., M.Keb , Intan Gumilang Pratiwi, SST., M.Keb serta melibatkan mahasiswa kebidanan.

Tak sekadar diberi teori, para kader dibekali modul khusus, media edukasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), hingga seragam khusus sebagai simbol identitas gerakan pendampingan.

Kegiatan ini mendapat sokongan penuh dari pihak terkait.

Baca Juga: SMKPPN Mataram Siapkan Siswa Kerja ke Korea, Bahasa Jadi Bekal Utama

Kepala Desa Kebon Ayu Kasim bersama Kepala Puskesmas Gerung Zulhana dan Bidan Penanggung Jawab Kluster 2 Ni Nyoman Sri Sukarthi hadir memberikan penguatan materi simulasi dan praktik lapangan.

Kasim mengapresiasi terobosan kampus kesehatan tersebut.

Menurutnya, keberadaan Kader SATRIA memberikan dampak langsung terhadap kesadaran warga dalam mengawal kesehatan ibu hamil.

"Kami berharap kolaborasi ini berlanjut dan gerakan Kader SATRIA dapat diintegrasikan ke dalam program pembangunan desa secara permanen," pungkas Kasim. (ida/*)

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : siaran pers
Kader SATRIA Puskesmas Gerung Lombok Barat Poltekkes Mataram Desa Kebon Ayu