Isak Tangis Keluarga Ardiansyah, Pulang Naik KMP Putri Yasmin Demi Akikah Sang Bayi

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:28 WIB
Kepala Desa Gelogor, Achmad Arman Iswara (tengah) saat mendampingi istri korban KMP Putri Yasmin usai pemakaman Ardiansyah di Pemakaman Umum Desa Gelogor, Kamis (20/8). (NURUL/LOMBOK POST)
Kepala Desa Gelogor, Achmad Arman Iswara (tengah) saat mendampingi istri korban KMP Putri Yasmin usai pemakaman Ardiansyah di Pemakaman Umum Desa Gelogor, Kamis (20/8). (NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost - Kepala Desa Gelogor, Achmad Arman Iswara, mewakili keluarga besar menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dari berbagai pihak.

Ucapan terima kasih ditujukan kepada seluruh jajaran yang telah memberikan simpati dan perhatian penuh kepada keluarga almarhum Ardiansyah.

Almarhum Ardiansyah menghembuskan napas terakhir dengan meninggalkan seorang istri bernama Nurbayati.

Baca Juga: Operasi SAR KMP Putri Yasmin Ditutup Hari Ke-8, Terdata 4 Korban Masih Hilang

Kepergian almarhum juga menyisakan duka mendalam bagi seorang anak remaja laki-lakinya yang berusia 12 tahun.

Selain itu, almarhum turut meninggalkan seorang putri yang masih sangat belia dan baru berusia 5 bulan.

Kades Gelogor mengenang almarhum Ardiansyah sebagai sosok tulang punggung keluarga yang sangat bertanggung jawab.

Baca Juga: Hasil Investigasi KNKT: Api KMP Putri Yasmin Dipicu Letupan Boks Truk, Data Manifes Tidak Sesuai

”Almarhum juga dikenal oleh masyarakat dan kerabat terdekat sebagai pribadi yang humoris, supel, serta gemar menolong sesama,” kata dia.

Paman korban, Yusri, menuturkan keponakannya sehari-hari berprofesi sebagai sales kampas antarprovinsi.

Selama hidupnya, almarhum memiliki rute pekerjaan yang menjelajahi wilayah Bali hingga Pulau Sumba.

Baca Juga: Pasca-Kebakaran KMP Putri Yasmin, SOP Manifes dan Muatan Kapal Diperketat

Yusri mengenang sosok almarhum Ardiansyah sebagai seorang pekerja keras demi mencukupi kebutuhan keluarganya.

Perjalanan almarhum menyeberang dari Bali menuju Lombok menggunakan KMP Putri Yasmin dilandasi niat mulia untuk keluarganya.

Almarhum sengaja pulang ke kampung halaman karena hendak merayakan acara kurisan (akikah) bagi anak bungsunya.

Bayi perempuan almarhum yang baru menginjak usia 5 bulan tersebut rencananya akan menjalani prosesi akikah dalam waktu dekat.

Namun niat tulus menyambut acara sang buah hati tersebut sirna setelah musibah kebakaran kapal menimpa almarhum di Selat Lombok.

Kepergian sosok ayah pekerja keras ini meninggalkan ketabahan dan duka yang amat mendalam bagi istri dan kedua buah hatinya.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Korban KMP Putri Yasmin Tragedi KMP Putri Yasmin Berita Lombok Barat hari ini Ardiansyah Desa Gelogor Kades Gelogor Lombok Barat