LombokPost - Pengalihan dana desa (DD) ke program Koperasi Desa Merah Putih berdampak serius pada pembangunan tingkat bawah.
Pemdes Jagaraga terpaksa menghentikan seluruh proyek fisik dan memangkas anggaran penanganan stunting.
Kepala Desa Jagaraga Muhamad Hasyim, menyebut DD yang diterima desanya tergerus tajam hingga tersisa Rp 373 juta.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Matangkan 3 Rancangan Perbup Sumbawa Barat, Fokus Dana Desa hingga BLUD
Kondisi ini merusak tatanan perencanaan yang telah disusun dalam RPJMDes, RKPDes, hingga APBDes.
”Sisa DD yang kami terima Rp 373 juta karena sebagian besar dialokasikan ke Kopdes Merah Putih. Ini sangat berdampak pada program masyarakat,” ujar Hasyim.
Akibat pemangkasan tersebut, seluruh pembangunan fisik di tingkat RT dan dusun ditiadakan. Sektor pemberdayaan masyarakat juga ikut terpukul.
Baca Juga: Kades Senggigi Hadirkan Beasiswa Sarjana di Tengah Pemangkasan Dana Desa
Hampir Rp 200 juta dari sisa anggaran habis untuk membayar insentif ratusan kader Posyandu dan kader keluarga.
”Untuk fisik jelas tidak bisa disentuh. Bahkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) stunting sudah tidak bisa dialokasikan dari DD. Kami hanya mengandalkan inovasi pada insentif kader,” terangnya.
Menyikapi hal itu, Hasyim aktif turun ke masyarakat untuk memberikan pemahaman secara transparan.
Baca Juga: Gunakan Dana Desa untuk Foya-foya, Mantan Kades Akar-Akar Jadi Tersangka Korupsi
Sosialisasi dilakukan di berbagai forum agar warga memaklumi kendala finansial desa.
”Penyesuaian anggaran ini diperkirakan berlangsung hingga beberapa tahun ke depan. Kami tetap optimistis memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya. (nur/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Liputan Berita Lombok Post