Cegah Helminthiasis Sapi Bali, UNDIKMA Edukasi Peternak Lobar

Kimda Farida • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:16 WIB
CEGAH HELMINTHIASIS: Tim dosen dan mahasiswa Prodi Kedokteran Hewan UNDIKMA foto bersama peternak sapi Bali di Dusun Beroro, Desa Jembatan Kembar Timur, Lombok Barat, Kamis (20/8).
CEGAH HELMINTHIASIS: Tim dosen dan mahasiswa Prodi Kedokteran Hewan UNDIKMA foto bersama peternak sapi Bali di Dusun Beroro, Desa Jembatan Kembar Timur, Lombok Barat, Kamis (20/8).

 

LombokPost--Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) membekali Kelompok Ternak Berkah Mandiri di Dusun Beroro, Desa Jembatan Kembar Timur, Lombok Barat, dengan strategi pencegahan helminthiasis (infeksi cacing) dan manajemen kesehatan sapi Bali, Kamis (20/8).

Inovasi ini dihadirkan guna menggenjot produktivitas ternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan hewani di daerah.

Infeksi cacing atau helminthiasis kerap menjadi ancaman tersembunyi bagi peternak.

Parasit ini menyerap nutrisi, merusak saluran pencernaan, hingga memicu anemia pada sapi.

Dampaknya, pertumbuhan ternak terhambat dan daya tahan tubuhnya merosot tajam.

Baca Juga: Cegah Stunting Sejak Dini, POGI NTB dan Pegadaian Perkuat Layanan Ibu Hamil Lewat Merdeka Stunting

Melihat kondisi tersebut, tim PKM UNDIKMA yang diketuai drh Maratun Janah, M.Si, bersama anggota Mariyam Al Haddar, M.Si, dan Iwan Doddy Dharmawibawa, M.Si, turun langsung mengedukasi warga.

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa Prodi Kedokteran Hewan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Diktisaintek Kemendiktisaintek RI Tahun Anggaran 2026.

Ketua Tim Pelaksana drh Maratun Janah mengungkapkan, kelembapan kandang yang tinggi akibat sirkulasi udara buruk serta kebersihan pakan yang kurang terjaga menjadi sarang ideal berkembangnya larva cacing.

Oleh karena itu, penanganan tak bisa hanya mengandalkan obat kimia.

"Pencegahan harus menyeluruh, mulai dari perbaikan sanitasi kandang, pengelolaan pakan, hingga pemeriksaan kesehatan rutin. Kami juga mengenalkan pemanfaatan bahan alami lokal seperti daun kelor, lamtoro, dan mimba sebagai alternatif obat cacing alami (anthelmintik)," terang Maratun.

Selain membagikan teori sanitasi dan manajemen peternakan, tim UNDIKMA juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis pada sapi Bali milik anggota kelompok ternak.

Langkah ini menyedot antusiasme peternak setempat. Ketua Kelompok Ternak Berkah Mandiri Lalu Herwin mengaku edukasi dari kampus 'UNDIKMA Berdampak' ini membuka wawasan baru bagi anggotanya dalam mengelola kandang yang hobi lembap.

Baca Juga: Bupati Lombok Timur Apresiasi Respons Cepat BPJS Kesehatan

"Kami sangat berterima kasih. Sekarang peternak lebih paham sumber infeksi cacing, cara pencegahannya, hingga memanfaatkan tanaman sekitar untuk menjaga stamina sapi," pungkas Herwin.

Editor : Kimda Farida
Sumber : siaran pers
kesehatan ternak Helminthiasis Sapi Bali Undikma pengabdian masyarakat