LombokPost--Tim pengabdian masyarakat Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mataram membekali 20 kader kesehatan Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat dengan aplikasi mobile PELUK IBU di aula kantor desa setempat, Rabu (29/7).
Inovasi berbasis digital ini disiapkan untuk memperkuat kapasitas kader posyandu dalam melakukan deteksi dini serta penanganan risiko depresi postpartum (pascamelahirkan) pada ibu di tingkat desa.
Kegiatan bertajuk Pendampingan Kader dalam Edukasi dan Deteksi Dini Depresi Postpartum Menggunakan Aplikasi Mobile ini dipimpin Mira Utami Ningsih, MNSc bersama tim pengabdi Rusmini, S.Kep, Ns, MM, Desty Emilyani, M.Kep, Masadah, M.Kep dan Lalu Arwan Darmajaya, M.Pd.
Sebanyak 20 kader kesehatan perwakilan dari 11 dusun di Desa Batu Kumbung dipandu langsung dalam memanfaatkan aplikasi tersebut.
Ketua Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Mataram Mira Utami Ningsih menjelaskan, aplikasi PELUK IBU dikembangkan dari hasil riset dosen untuk membantu kader mengenali tanda-tanda baby blues hingga depresi postpartum secara digital.
"Harapannya kader dapat menerapkan pengetahuan ini untuk mendampingi ibu di wilayah posyandu masing-masing. Dengan begitu, deteksi dini masalah kesehatan mental ibu bisa dilakukan lebih cepat dan dekat dengan masyarakat," ujar Mira.
Baca Juga: Disdag Kota Mataram Pastikan Pasokan Elpiji 3 Kg Aman saat Maulid
Selama pelatihan di Aula Kantor Desa Batu Kumbung, para kader tidak hanya mendapatkan edukasi interaktif mengenai kesehatan jiwa ibu dan proses postpartum.
Mereka juga dibimbing mengunduh aplikasi PELUK IBU di Play Store serta mempraktikkan fitur-fitur deteksi dini.
Sebagai langkah keberlanjutan, tim pengabdi turut memfasilitasi pembentukan Komunitas "Sayang Ibu", membagikan booklet edukasi, manual penggunaan aplikasi, hingga kaos seragam kader.
Tak hanya itu, Poltekkes Kemenkes Mataram menyerahkan investasi mitra sebesar Rp6.543.000 kepada Pemerintah Desa Batu Kumbung guna menunjang keberlangsungan program kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Editor : Kimda Farida
Sumber : siaran pers