Poltekkes Mataram Kembangkan Rajalom untuk Ibu Nifas di Lombok Barat

Kimda Farida • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:55 WIB
Tim pengabdi Poltekkes Kemenkes Mataram foto bersama pengurus kader dan perangkat Desa Krama Jaya usai perintisan Kebun Sehat Desa di Kantor Desa Krama Jaya, Narmada, Lombok Barat. Kegiatan ini digelar untuk memfasilitasi budi daya rempah lokal dan perawatan ibu pascamelahirkan.
Tim pengabdi Poltekkes Kemenkes Mataram foto bersama pengurus kader dan perangkat Desa Krama Jaya usai perintisan Kebun Sehat Desa di Kantor Desa Krama Jaya, Narmada, Lombok Barat. Kegiatan ini digelar untuk memfasilitasi budi daya rempah lokal dan perawatan ibu pascamelahirkan.

 

LombokPost--Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Poltekkes Kemenkes Mataram mendampingi kader kesehatan Desa Krama Jaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, merintis Kebun Sehat Desa dan mengolah tanaman herbal untuk perawatan ibu pascamelahirkan (nifas).

Kegiatan bertajuk “Dari Riset untuk Desa, Rempah Lokal untuk Ibu Sehat” tersebut dipimpin oleh Ni Putu Dian Ayu Anggraeni selaku Ketua Tim Pengabdi, beranggotakan Maruni Wiwin Diarti, Ni Putu Karunia Ekayani, dan Dr Sudarmi, serta melibatkan mahasiswa kebidanan. 

Program ini dihadirkan sebagai wujud hilirisasi hasil riset kampus agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ketua Tim Pengabdi Ni Putu Dian Ayu Anggraeni mengungkapkan, program ini dirancang untuk membekali kader dengan pengetahuan teknis mulai dari pengenalan tanaman obat, pengolahan yang higienis, hingga budi daya mandiri secara berkelanjutan.

"Hasil penelitian tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah saja, melainkan harus diterjemahkan menjadi keterampilan praktis yang bermanfaat langsung bagi kesehatan ibu dan keluarga di desa," ujar Dian.

Baca Juga: KPU Lotim dan Loteng Masuk Penilaian Nasional WBK

Dalam pelatihan tersebut, tim pengabdi mengenalkan inovasi jamu hasil riset kampus bernama Rajalom (Ramuan Jamu Lombok).

Anggota tim Maruni Wiwin Diarti memandu langsung para kader mempraktikkan proses produksi Rajalom, mulai dari pemilihan bahan, pencucian, pemotongan, penghalusan, penyaringan, pengolahan, hingga pengemasan yang aman dan higienis.

Selain Rajalom, kader diselingi pembekalan materi pemanfaatan bahan mandi uap rempah sebagai perawatan komplementer bagi ibu nifas.

Perawatan tradisional ini diselaraskan dengan standar medis agar tetap aman dan dapat berjalan berdampingan dengan layanan fasilitas kesehatan.

Sebagai pijakan awal keberlanjutan program, tim PKM Poltekkes Mataram bersama kader dan pemerintah desa bergotong royong memanfaatkan lahan Kantor Desa Krama Jaya menjadi Kebun Sehat Desa.

Sebanyak 75 polybag tanaman rempah mulai ditanam, terdiri dari jahe merah, jahe putih, temulawak, kunyit, dan sereh.

Kepala Desa Krama Jaya beserta pengurus kader setempat menyambut positif inisiatif ini.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Fasilitasi Pembentukan Sentra KI di UMMAT Bima, Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus

Keberadaan Kebun Sehat Desa dan keterampilan pengolahan rempah lokal diharapkan mampu meningkatkan kemandirian warga Krama Jaya dalam menjaga kesehatan ibu pascamelahirkan secara terpadu. (ida/*)

Editor : Kimda Farida
Desa Krama Jaya Rajalom Kebun Sehat Desa Lombok Barat Poltekkes Mataram