Pekan Kesenian Senggigi Ditutup Meriah, Wabup dan Dewan Sepakat Event Seni Budaya Diperbanyak

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:20 WIB
SEMARAK: Penutupa Pekan Kesenian Senggigi berlangsung meriah, Sabtu malam (23/8).
SEMARAK: Penutupan Pekan Kesenian Senggigi berlangsung meriah, Sabtu malam (23/8).

 

LombokPost – Pekan Kesenian Senggigi resmi berakhir pada Sabtu (22/8) malam. Gelaran yang menjadi bagian penutup rangkaian Festival Senggigi: The Soul of Lombok tersebut berlangsung meriah di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, dengan ribuan pengunjung memadati kawasan sejak sore hingga malam.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WITA itu sekaligus menandai berakhirnya pelaksanaan Pekan Kesenian Senggigi yang telah digelar selama sembilan pekan berturut-turut.
Selama pelaksanaannya, kegiatan tersebut dinilai berjalan aman dan lancar.

Antusiasme masyarakat maupun wisatawan juga menunjukkan tren positif. Jumlah pengunjung tercatat terus meningkat dari pekan ke pekan.

Melihat respons tersebut, Pemkab Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) memastikan kegiatan serupa tidak berhenti setelah rangkaian festival berakhir.

Kepala Disparekrafpora Lobar Agus Gunawan mengatakan, pemerintah berencana kembali menggelar kegiatan hiburan dan seni budaya pada awal September mendatang. Konsepnya akan dikemas dengan nama baru dan berlangsung hingga akhir tahun.

“Dengan semangat dan antusias masyarakat, pemerintah berkomitmen kegiatan ini akan kita lanjutkan dan mulai lagi awal September. Akan kita rebranding dengan nama baru sekaligus menyambut perhelatan event internasional MotoGP,” kata Agus.

Baca Juga: Pekan Kesenian Senggigi Semarakkan HUT RI ke-81, Turis Asing Antusias Ikut Lomba Makan Kerupuk

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan Senggigi sekaligus memberikan ruang bagi pelaku seni dan budaya dari seluruh wilayah Lombok Barat.

Agus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Pekan Kesenian Senggigi selama sembilan pekan. Dukungan para camat, manajemen hotel, pelaku pariwisata, serta masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci sukses kegiatan tersebut.

“Pekan Kesenian Senggigi ini kita selenggarakan untuk lebih menghidupkan Senggigi. Selain itu juga sebagai ajang pelestarian budaya yang ada di seluruh kecamatan di Lombok Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Ia mengaku sempat pesimistis kegiatan mampu menarik banyak pengunjung.

Namun, kekhawatiran itu justru terjawab dengan meningkatnya jumlah masyarakat dan wisatawan yang datang setiap pekan.

“Awalnya kita pesimis ini bisa ramai, ternyata kita bisa. Ini membutuhkan semangat dan istiqamah kita bersama. Di tengah kondisi Lombok Barat mendapatkan goncangan, kita bisa menunjukkan kebersamaan memajukan pariwisata,” ungkap Nurul.

Pada malam penutupan, pengunjung disuguhkan berbagai pertunjukan seni dari Kecamatan Lembar dan Sekotong. Di antaranya Tari Nirmala dan Tari Puspanjali dari Sanggar Seni Lendang Guar Sekotong, penampilan finalis Dangdut Academy 2026 Nazwa Aulia, Regina dan Harun, serta live music.

Baca Juga: Tari Mesatya Jagaraga Indah Buat Pekan Kesenian Senggigi Diserbu Wisatawan, Berhasil Dongkrak UMKM

Rangkaian pertunjukan tersebut menjadi penutup meriah Pekan Kesenian Senggigi sekaligus mempertegas komitmen Pemkab Lobar menjadikan Senggigi sebagai destinasi wisata budaya yang tetap hidup sepanjang tahun.

Ketua Komisi II DPRD Lombok Barat Husnan Wadi mendorong pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan untuk memperbanyak penyelenggaraan event seni dan budaya di destinasi wisata.

Menurutnya, atraksi yang konsisten menjadi kunci utama dalam menghidupkan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

Dia mengapresiasi tingginya antusiasme wisatawan domestik maupun mancanegara yang memadati lokasi acara pada momen high season tersebut.

​"Kita lihat pariwisata kita saat high season ini cukup ramai, turis banyak sekali. Ke depan, acara-acara seperti ini seharusnya diperbanyak dan melibatkan semua pihak," ujar Husnan Wadi.

​Husnan menekankan pentingnya memberi ruang yang lebih luas bagi para siswa dan generasi muda untuk berkreasi dalam ajang pariwisata. Selain itu, keterlibatan aktif sanggar-sanggar seni lokal dinilai akan membuat pengemasan pariwisata Lombok jauh lebih menarik.

​"Sanggar-sanggar seni dan seluruh elemen harus dilibatkan. Lombok akan jauh lebih menarik kalau yang ditonjolkan tidak hanya keindahan pantainya, tetapi juga adat istiadat dan kebudayaannya," tegasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Senggigi Komisi II DPRD Lombok Barat NTB Pariwisata