LombokPost - Kepala Desa Senggigi Mastur, mencetuskan terobosan strategis guna merangsang pertumbuhan sektor wisata Senggigi hingga pengujung tahun 2026.
Pemdes Senggigi mendorong Pemkab Lobar agar menginstruksikan seluruh OPD menyajikan atraksi budaya khas Lombok secara intensif dan konsisten.
Mastur menegaskan bahwa strategi pengembangan wisata Senggigi tidak boleh lagi hanya dibebankan kepada pihak kecamatan secara sporadis.
Baca Juga: Mandura Ballroom Aruna Senggigi: Satu Venue, Banyak Pilihan untuk Meeting hingga Gathering
Sebagai solusi jangka panjang, pelibatan seluruh OPD secara bergantian diyakini mampu menghadirkan kalender kegiatan yang padat untuk menghidupkan ikon wisata Senggigi hingga Desember mendatang.
”Saya mendorong pemkab untuk berkolaborasi dengan seluruh OPD dalam meramaikan kawasan wisata Senggigi. Jika selama ini penanggung jawab kegiatan digilir per kecamatan, sekarang saatnya OPD dilibatkan secara langsung agar atraksi seni dan hiburan terus bergulir setiap pekan di kawasan wisata Senggigi,” tegas Mastur.
Fokus atraksi seni budaya yang diusung pemdes adalah penggalian potensi tradisi lokal dan aneka permainan tradisional suku Sasak.
Baca Juga: Anak Senja Merapat! Matta Coffee Jadi Spot Ngopi Baru di Senggigi, Kopi Langsung dari Petani Lokal
Beragam kebudayaan serta permainan nostalgia khas Lombok seperti tidat (permainan kayu terpukul), engklek, gasing, hingga berbagai perlombaan rakyat dihadirkan langsung di sepanjang pesisir wisata Senggigi.
Menurut Mastur, konsep atraksi berbasis kearifan lokal ini terbukti memberikan daya tarik berlipat bagi daya pikat wisata Senggigi. Sebab, program ini mampu menciptakan ruang interaksi kultural yang hangat antara wisatawan mancanegara dan masyarakat lokal, sehingga para turis tidak sekadar menginap melainkan mendapat pengalaman edukasi budaya yang berkesan di wisata Senggigi.
”Usulan pelibatan OPD serta konsolidasi event budaya ini sudah saya sampaikan secara tertulis dan lisan kepada Dinas Pariwisata. Harapannya, ada dukungan nyata dari dinas terkait demi akselerasi promosi kawasan wisata Senggigi,” imbuhnya.
Baca Juga: Sunset Beat D’Cabana Senggigi Bikin Weekend Makin Seru
Selain penguatan dari sisi atraksi seni budaya, Pemdes Senggigi turut memetakan arah penataan serta segmentasi kawasan wisata Senggigi menjadi dua konsep destinasi unggulan. Penataan terstruktur ini dirancang agar setiap sudut wisata Senggigi memiliki diferensiasi pasar yang jelas dan berdaya saing tinggi.
Konsep pertama adalah Nostalgic Destination, yakni menggaet ceruk pasar wisatawan senior atau keluarga yang pernah berkunjung ke wisata Senggigi pada masa lalu untuk kembali meretas kenangan indah.
Konsep kedua adalah Honeymoon Destination, memanfaatkan ketenangan kawasan Mangsit hingga ke arah utara wisata Senggigi yang bebas dari hiruk-pikuk live music, berhiaskan lanskap pantai alami dan perbukitan asri bagi pasangan yang berlibur.
Melalui perpaduan harmonis antara atraksi budaya lokal harian dan pemetaan kawasan yang matang, Mastur optimistis wajah wisata Senggigi akan kembali bersinar di kancah internasional. Sinergi antara pemerintah daerah, pemdes, dan pelaku usaha lokal menjadi fondasi utama untuk mengembalikan kejayaan era keemasan wisata Senggigi. (nur/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post