LombokPost - Pemangkasan Dana Desa (DD) secara signifikan tidak menyurutkan langkah Pemdes Gelogor.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Achmad Arman Iswara, pemdes menerapkan strategi "jemput bola" untuk menyiasati keterbatasan anggaran.
Achmad Arman Iswara mengungkapkan alokasi DD yang diterima desanya mengalami pemotongan drastis.
Baca Juga: Desa Jagaraga Hentikan Proyek Fisik, Dampak Pemangkasan Anggaran Dana Desa
Anggaran yang semula mencapai Rp 1,3 miliar kini tersisa sekitar Rp 372 juta.
”Anggaran kita memang turun signifikan. Namun, kami dituntut inovatif dengan melakukan koordinasi aktif ke kabupaten, provinsi, hingga pusat,” ujar Arman.
Sisa DD sebesar Rp 372 juta tersebut dialokasikan sekitar 30 persen untuk pembangunan fisik.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Matangkan 3 Rancangan Perbup Sumbawa Barat, Fokus Dana Desa hingga BLUD
Fokusnya pada pembukaan akses jalan gang dan Jalan Usaha Tani (JUT).
Sisanya dimanfaatkan untuk penanganan stunting, sektor kesehatan, dan pemberdayaan UMKM.
Strategi kemitraan ini membuahkan hasil manis. Selama tujuh tahun kepemimpinannya, Pemdes Gelogor berhasil membuka sembilan titik akses jalan baru. Mayoritas jalan tersebut merupakan JUT.
Baca Juga: Dana Pembangunan KDMP di Desa Mangkung Belum Bisa Disalurkan
Menariknya, sekitar 70 persen pendanaan pembukaan jalan bersumber dari luar DD. Pemdes Gelogor memanfaatkan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD serta dana CSR. Pembebasan lahan juga mengandalkan kesadaran masyarakat tanpa ganti rugi finansial.
”Pembukaan akses jalan baru sangat penting untuk mobilitas ekonomi warga. Kuncinya ada pada pemerataan dan semangat gotong royong,” pungkas Arman. (nur/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post