LombokPost - Ancaman kebakaran menjadi perhatian serius pemerintah daerah pada musim kemarau.
Situs bersejarah Rumah Adat Karang Bayan mendapat penjagaan.
Pencegahan dini dilakukan guna melindungi aset cagar budaya bernilai tinggi tersebut.
Baca Juga: Guru, Siswa dan Orang Tua SMKN 1 Lingsar Bantu Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Terik matahari membakar kawasan Rumah Adat Karang Bayan di tengah sengatan musim kemarau yang makin menyengat.
Di balik keheningan arsitektur purba ini, tersimpan kecemasan akan ancaman kebakaran yang sewaktu-waktu bisa menghanguskan memori kolektif warga.
Guna membendung potensi bahaya tersebut, perlindungan ekstra diterapkan ketat di area bersejarah Rumah Adat Karang Bayan.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Landa Bukit Loco Senggigi, Tiga Armada Damkar Dikerahkan
Setiap sudut rumah adat kini diawasi dengan penuh ketelitian untuk mencegah bahaya kebakaran.
Konstruksi tradisional berbahan kayu lapuk dan atap ilalang kering sangat rentan tersulut percikan api di tengah puncak musim kemarau.
Pemdes Karang Bayan pun mengambil langkah berani dengan mensterilkan seluruh kawasan dari benda-benda berisiko pemicu kebakaran.
Baca Juga: Warga Dilarang Bakar Sampah Sembarangan, Waspada Kebakaran
Pengunjung lokal maupun asing kini wajib mematuhi regulasi ketat, dilarang keras membawa pemantik api, rokok, atau bahan mudah terbakar. Kesadaran ini ditanamkan penuh agar Rumah Adat Karang Bayan tetap terlindungi aman selama teriknya musim kemarau.
Sekretaris Desa Karang Bayan Mandrawasih, menuturkan bahwa pengetatan ini adalah ikhtiar menjaga warisan nenek moyang dari ancaman kebakaran. Menjauhkan api dari area situs Rumah Adat Karang Bayan menjadi prioritas mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Kewaspadaan di tengah musim kemarau ekstrem ini dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap cagar budaya bernilai tinggi.
Harmoni penjagaan rumah adat makin kokoh lewat hadirnya jajaran Polsek Lingsar. Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti secara khusus menyambangi para pemangku adat untuk merajut sinergi pencegahan kebakaran. Kehadiran jajaran Polsek Lingsar disambut penuh kehangatan, menghadirkan rasa aman di tengah hangatnya atmosfer desa pada musim kemarau.
Tak sekadar merajut benteng dari kebakaran, Polsek Lingsar juga menyisipkan pesan kedamaian menjelang pesta demokrasi Pilkades serentak. Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti mengajak masyarakat Rumah Adat Karang Bayan untuk bersama-sama mendinginkan suasana, menjaga kondusivitas, sekaligus meningkatkan rasa tanggap bencana sepanjang musim kemarau.
Imbauan tegas dilayangkan AKP Wiwin Widarti agar warga tak abai terhadap tingginya risiko kebakaran akibat cuaca panas yang meluas. Sinergi antara Polsek Lingsar, pemerintah desa, dan tetua adat Rumah Adat Karang Bayan diharapkan terus mengalir hangat. Pengawasan rutin bukan sekadar rutinitas, melainkan dedikasi menjaga agar napas sejarah di Rumah Adat Karang Bayan tak sirna dilahap api musim kemarau. (NURUL HIDAYATI, Lombok Barat /r8)Sumber : Lombok Post