LombokPost – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Barat melalui Bidang Kebudayaan sukses menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026.
Berlangsung selama empat hari di Gedung Seni dan Budaya Kecamatan Narmada, ajang pelestarian budaya ini resmi ditutup oleh Sekretaris Dinas Dikbud Lombok Barat, Hairuddin, Selasa (1/9).
Mengusung slogan “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing”, FTBI menjadi ruang edukatif untuk menanamkan nilai kearifan lokal sekaligus membentuk karakter peserta didik sejak dini.
"Kegiatan ini merupakan aset bersama. Kita berharap kecintaan anak-anak terhadap bahasa ibu semakin tinggi karena di dalamnya kaya akan kearifan lokal yang mampu membentuk karakter siswa menjadi lebih baik," tegas Sekretaris Dinas Dikbud Lombok Barat, Hairuddin.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbud Lombok Barat, Hirman Zulkarnain, menambahkan bahwa FTBI merupakan langkah konkret implementasi Peraturan Bupati Lombok Barat Nomor 38 Tahun 2022 tentang Kelestarian Kebudayaan Daerah.
Menurutnya, bahasa Sasak tak sekadar dikenalkan, tetapi harus dipastikan tetap digunakan dalam ruang kehidupan masyarakat.
Kemeriahan FTBI 2026 diisi dengan beragam mata lomba khas budaya Sasak ada Lomba Bebonyeqan/Begolohan, Nembang Sasak, Pidato Bahasa Sasak, Bewaran (Mendongeng), Menulis Aksara Sasak, Puisi Bahasa Sasak
Ajang ini membuktikan bahwa merawat bahasa ibu merupakan fondasi utama dalam menjaga jati diri dan akar budaya generasi penerus di tengah arus modernisasi.
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Dikbud Lombok Barat