LombokPost - Pemkab Lobar mendorong pemanfaatan Big Data untuk memperkuat tata kelola pemerintahan. Langkah ini dilakukan agar menghasilkan kebijakan yang lebih presisi dan tepat sasaran.
Komitmen tersebut mengemuka dalam The 13th International Conference on Computer, Control, Informatics and its Applications (IC3INA) 2026. Konferensi yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini berlangsung di Aruna Senggigi Resort & Convention.
Forum internasional tersebut mengusung tema Designing Agentic AI Systems for SDGs: Autonomous Agents, Multi-Agent Collaboration, and Real-World Applications. Acara ini mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi industri, dan pemangku kebijakan.
Baca Juga: Mataram Bangun Big Data Perumahan Berbasis Teknologi GIS
Kepala Diskominfotik Lobar Rizky B. Adam menegaskan teknologi tidak boleh berhenti sebatas pembuatan aplikasi. Inovasi digital harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Saat ini Diskominfotik sedang mengembangkan sistem Big Data daerah. Wadah ini terintegrasi dalam kerangka Satu Data Lombok Barat. ”Melalui wadah ini, data dari berbagai sektor pemerintahan akan dihimpun, diintegrasikan, dan dianalisis sebagai dasar pengambilan keputusan yang terukur menuju data-driven government,” jelas Rizky.
Pemkab juga memperkuat kerja sama dengan BRIN. Salah satu potensi krusial adalah pemanfaatan data citra satelit BRIN untuk memetakan titik panas (hotspot) pemicu kebakaran lahan.
Baca Juga: Perkim Kebut Pendataan Big Data Perumahan, Target Rampung Desember
”Dengan informasi geografis yang akurat, instansi teknis seperti BPBD maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dapat memprioritaskan penanganan di wilayah yang berisiko tinggi secara lebih efisien,” tambah Rizky.
Kendati teknologi AI dan Big Data berkembang pesat, Rizky mengingatkan kendali utama tetap di tangan manusia. AI diposisikan sebagai alat bantu, bukan menggantikan peran aparatur.
Sementara itu, Ketua Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN Prof. Dr. Eng. Budi Prawara menyambut positif komitmen Lombok Barat. Pengintegrasian data daerah menjadi fondasi penting penerapan Agentic AI.
Baca Juga: Mataram Punya Big Data Perumahan Pertama di NTB, Semua Rumah Kini Terdata hingga ke Atap dan Pagar!
Teknologi AI tahap lanjutan ini mampu menganalisis kondisi pembangunan. AI juga dapat menyusun laporan berkala hingga memberikan naskah rekomendasi kebijakan berupa Skor Prioritas Intervensi (SPI) kepada pimpinan daerah.
”Pihak BRIN berharap integrasi data dan kolaborasi riset di Lombok Barat ini dapat berjalan sukses sehingga menjadi model percontohan tata kelola pemerintahan berbasis data yang dapat direplikasi oleh daerah lain di Indonesia,” tandasnya. (nur/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post