LombokPost - Jerat infrastruktur rusak di wilayah pedalaman kembali menelan korban jiwa. Akses jalan menuju Dusun Prabe, Desa Batu Mekar, Lingsar hancur berlubang dan membahayakan nyawa. Kondisi medan yang parah kerap memicu kecelakaan maut bagi pengguna jalan.
Deru mesin sepeda motor meraung berat ketika roda-roda kendaraan berusaha melintasi kubangan dan serpihan aspal yang terkelupas.
Potret mencekam ini menjadi pemandangan harian di sepanjang jalur menuju pedalaman. Akses jalan rusak Dusun Prabe di Desa Batu Mekar terus membayangi keselamatan warga yang melintas tanpa kepastian perbaikan dari pemerintah.
Baca Juga: Meriahkan Maulid Nabi, Polsek Lingsar Kawal Arak-Arakan Praje Desa Peteluan Indah Selama Dua Hari
Jalur vital sepanjang 2,5 kilometer dari Desa Batu Mekar menuju Dusun Prabe kini hancur lebur berlubang. Padahal, akses jalan ini merupakan urat nadi utama bagi mobilitas ratusan jiwa serta jalur distribusi komoditas perkebunan seperti aren, kopi, dan kakao.
Tak hanya itu, potensi wisata religi Makam Prabe hingga wahana arung jeram yang berada di kawasan tersebut kini lumpuh terhambat akibat hancurnya jalur transportasi utama warga.
Penderitaan masyarakat yang terpaksa melewati akses jalan rusak ini sebenarnya sempat mendapat secercah harapan melalui pengaspalan dana aspirasi pokir pada tahun 2022 lalu.
Baca Juga: Geger Temuan Kerangka Manusia di Hutan Lindung Bukit Argapura Lingsar, Ada APD Merah dan Dompet Ping
Sayangnya, proyek pengerjaan jalan tersebut berumur sangat singkat karena kurang dari satu tahun kondisinya sudah kembali terkelupas parah.
Kualitas pengerjaan yang buruk membuat lubang-lubang maut kembali menganga lebar di sepanjang rute perjalanan.
Mimpi buruk akibat kenyataan pahit akhirnya pecah saat menelan korban jiwa. Pada tahun 2023 silam, seorang pengendara tewas mengenaskan akibat terperosok di titik kerusakan rute tersebut. ”Warga Dusun Punikan Utara meninggal dunia akibat jalan rusak,” ungkap Kadus Prabe Misbahul Tirta, Jumat (4/9).
Baca Juga: Sigap Jaga Kondusivitas, Bhabinkamtibmas Lingsar Kawal Kunjungan Gubernur dan Serap Aspirasi Warga
Potret muram di jalur akses jalan rusak makin mencekam saat malam tiba. Minimnya sarana penerangan jalan umum (PJU) menyulap lintasan berbatu tersebut menjadi jalur tengkorak yang sangat gelap dan pekat. ”Anak-anak terpaksa dijemput keluarga karena jalanan rusak dan gelap,” tutur Misbahul.
Tak berhenti pada ancaman medan darat, kecemasan warga yang mengandalkan akses jalan rusak kian memuncak ketika menatap kondisi jembatan tua yang menjadi penghubung tunggal ke pemukiman mereka. Jembatan lapuk tersebut rawan ambrol atau terputus jika sewaktu-waktu diterjang banjir bandang.
Apabila struktur penghubung ini runtuh, akses jalan dipastikan lenyap total dan memutus akses keluar masuk ratusan kepala keluarga. ”Kita tidak ada akses keluar masuk ke dusun ini, hanya melalui jembatan ini,” imbuh Misbahul.
Kondisi kritis di sekitar area ini memantik perhatian serius dari aparat kepolisian. Pihak kepolisian mendesak pemda dan provinsi untuk tidak menunda perbaikan pengaspalan permanen sebelum musibah lebih besar terjadi.
”Jalan rusak dan jembatan ini harus diperbaiki sebelum bencana datang melumpuhkan kawasan,” tegas Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti. (NURUL HIDAYATI - Lombok Barat/bersambung/r8)
Editor : Nur CahayaSumber : Lombok Post