LombokPost - Pemdes Gelangsar menyiasati keterbatasan anggaran dana desa (ADD) dengan menggandeng jajaran akademisi lintas perguruan tinggi.
Langkah kolaborasi ini ditempuh guna mendukung percepatan pembangunan daerah serta program peningkatan kapasitas SDM dan kesejahteraan warga desa.
”Kehadiran program KKN dan kerja sama akademisi inilah yang mengatasi kekurangan anggaran yang tidak bisa dicover oleh dana desa,” kata Kades Gelangsar Abd Rahman.
Baca Juga: Dana Desa Kotaraja Diduga Dipakai Kades dan Bendahara untuk Main Judol
Sejumlah kampus kenamaan baik lokal maupun nasional telah mengikat kerja sama resmi atau MoU dengan Pemdes Gelangsar.
Di antaranya Universitas Mataram (Unram), UIN Mataram, Undikma, Unizar, Stikes Hamzar, hingga perguruan tinggi luar daerah seperti Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dan Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta.
Sinergi yang terbangun mencakup berbagai sektor vital mulai dari pelayanan kesehatan gratis, edukasi kesehatan masyarakat, hingga pengembangan potensi lokal terpadu.
Baca Juga: Kejati NTB Turun Tangan Usut Dugaan Perintangan Penyidikan Dana Desa Tekasire
Pendekatan kemitraan akademik ini terbukti efektif dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang fleksibel dan tepat sasaran.
”Sinergi bersama akademisi dan lembaga swadaya membuat pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat menjadi jauh lebih dinamis dibanding sekadar birokrasi formal,” ujarnya.
Melalui kemitraan yang terjalin erat, potensi kebudayaan lokal Desa Gelangsar seperti seni musik tradisional Genggong juga terus diangkat ke panggung luar.
Baca Juga: Dana Desa Eyat Mayang Anjlok Drastis
Seni pertunjukan khas tersebut rutin ditampilkan dalam berbagai event agenda resmi pemerintah kabupaten maupun tingkat provinsi.
Upaya ini tidak hanya memperkuat identitas budaya daerah, tetapi juga membuka peluang pengembangan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.
Kolaborasi akademis dipastikan bakal terus ditingkatkan demi mewujudkan kemandirian Desa Gelangsar di masa mendatang.
”Kerja sama lintas sektor ini akan terus kami perkuat agar keberadaan mitra akademisi membawa dampak perubahan nyata bagi warga desa,” pungkasnya. (nur/r8)
Editor : Pujo NugrohoSumber : Lombok Post