LombokPost - Kawasan pariwisata Senggigi dan pegunungan Pusuk Lestari di Lobar bakal segera terhubung.
Pemkab Lobar merespons positif usulan Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi untuk membuka akses jalan baru yang menghubungkan Dusun Kerandangan dengan Desa Pusuk Lestari.
”Aksesibilitas dari Senggigi ke Pusuk Lestari ini sangat penting untuk membuka ruang-ruang usaha baru. Pusuk memegang keunggulan iklim tropis yang sejuk dan potensi agrowisata berbasis alam,” kata Ketua APH Senggigi Suhermanto.
Baca Juga: Menjaga Wajah Wisata Lombok Utara dengan Gotong Royong di Kawasan Pusuk
Pembukaan koridor alternatif ini diharapkan mampu mengikat dua potensi wisata yang berbeda karakter.
Wisatawan kelak bisa menikmati pemandangan pantai sekaligus kesejukan perbukitan dalam satu lintasan perjalanan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar kini bergerak cepat mematangkan perencanaan teknis.
Baca Juga: Cerita Si Kober, Penjual Cilok "Barbar"yang Viral di Pusuk Sembalun
Penyusunan dokumen Detail Engineering Design (DED) sudah mulai berjalan untuk memetakan alur jalan terbaik.
”Jalan tembus Kerandangan ke Pusuk sudah kami proses dalam perancangan DED. Rencana pembukaan akses ini disiapkan agar masyarakat dan wisatawan dapat menikmati jalur alternatif dengan panorama alam yang menarik,” kata Kepala Dinas PUPR Lobar Lalu Ratnawi.
Meski begitu, proyek pengerjaan fisik jalan baru ini menyimpan tantangan tersendiri. Sebagian besar lintasan yang akan dibuka menembus kawasan hutan konservasi.
Baca Juga: Pusuk Sembalun Bersih, Wisata Nyaman
Kondisi geografis tersebut menuntut koordinasi ketat lintas instansi. Pengerusakan lingkungan harus ditekan, sementara regulasi perlindungan hutan wajib dipatuhi sepenuhnya sebelum alat berat diterjunkan ke lokasi.
Pemda memastikan pemenuhan izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Dinas Kehutanan menjadi prioritas utama.
Langkah ini penting agar pembangunan fasilitas publik tidak menabrak aturan hukum.
Kehadiran jalan tembus ini diyakini bakal mendongkrak mobilitas warga antardesa yang selama ini terisolasi perbukitan.
Selain memperlancar arus barang, ekowisata berbasis perbukitan diprediksi ikut menggeliat seiring mudahnya akses pengunjung.
”Prosedur pembangunan di kawasan hutan konservasi memang membutuhkan kecermatan aturan yang cukup panjang. Namun kami terus berkonsolidasi secara intensif dengan Balai Konservasi agar penyiapan akses masyarakat Kerandangan menembus Pusuk ini dapat terealisasi dengan baik,” pungkas Ratnawi. (nur/r8)
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post