Menguji Calon Jenderal Birokrasi Lombok Barat: Tujuh Kandidat Bertarung, Cari Sosok Penyeimbang

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 10:53 WIB
DIMULAI: Pemkab Lobar membuka seleksi Sekda Definitif bersama tim pansel dan asesor profesional di Ruang Senggigi Kantor Bupati Lobar. (NURUL/LOMBOK POST)
DIMULAI: Pemkab Lobar membuka seleksi Sekda Definitif bersama tim pansel dan asesor profesional di Ruang Senggigi Kantor Bupati Lobar. (NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost - Proses seleksi terbuka Sekda Lobar kembali digulirkan. Tahapan seleksi sempat tertunda guna menunggu kepastian penerbitan surat izin resmi Kemendagri. Pelaksanaan pengujian kini kembali berlanjut secara intensif menguji kualitas para calon.

Ruang ujian itu terasa beda sejak Selasa (22/9) siang, persis usai azan Zuhur berkumandang. Langkah-langkah mantap para pejabat melintasi lorong, membawa ketegangan halus yang membungkus jalannya seleksi Sekda Lobar. Ada yang melangkah anggun dengan kemeja putih berpadu celana hitam, ada pula yang hadir mengenakan seragam dinas cokelat khas pamong praja.

Di balik penampilan formal itu, tersimpan rekam jejak panjang. Sebanyak tujuh peserta resmi dinyatakan lolos verifikasi berkas administrasi dan rekam jejak dalam seleksi Sekda Lobar. Enam di antaranya merupakan para petinggi eselon dua dari internal jajaran Pemkab Lobar, sementara satu nama lainnya datang sebagai "kuda hitam" dari fungsional Guru Pembina Madya Pemkab Loteng.

Baca Juga: Tujuh Pendaftar Lolos Administrasi Seleksi Terbuka Sekda Lobar

Pertarungan memperebutkan posisi tertinggi birokrasi ini dipastikan sengit. Berdasarkan rincian resmi panitia seleksi, para peserta yang bersaing dalam seleksi Sekda Lombok Barat ini mencakup nama-nama senior. Dari internal Pemkab Lobar, muncul sosok Arief Suryawirawan (Kepala Dinas Sosial, P3A), Damayanti Widyaningrum (Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan), serta Fauzan Husniadi (Asisten Administrasi Umum).

Tak ketinggalan, Mahnan (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Mohamad Hendrayadi (Kepala Dinas Perhubungan), dan dr. Suriyadi (Direktur RSUD Patut Patuh Patju) turut masuk dalam daftar persaingan calon Sekda Lobar.

Satu-satunya kandidat luar wilayah adalah Sapri, sosok Guru Ahli Madya dari Pemkab Loteng. Pansel menegaskan, para peserta yang lolos ini wajib memenuhi syarat minimal yakni pernah memimpin dua instansi berbeda.

Baca Juga: Bursa Sekda Lobar Kembali Bergulir

Namun, kursi sekda bukan sekadar soal kelengkapan berkas. Jabatan ini adalah urat nadi pemerintahan daerah. Panitia seleksi bersama tim asesor profesional yang didatangkan langsung dari Tangerang dikerahkan untuk menguji ketangkasan para calon. Seluruh calon wajib melewati rentetan pengujian maraton, mulai dari ujian Computer Assisted Test (CAT), penulisan karya ilmiah, hingga presentasi makalah di hadapan tim penguji.

Di atas kertas, semua peserta seleksi memiliki kapasitas birokrasi yang tak perlu diragukan. Namun, ada satu kualifikasi khusus yang menjadi kunci utama. Sosok yang dicari adalah figur penyeimbang, sosok 'jenderal birokrasi' yang mahir menjalin komunikasi efektif dengan jajaran legislatif. Harmonisasi antara eksekutif dan legislatif adalah kunci mutlak untuk menjaga stabilitas pemerintahan.

Sinyal tersebut ditegaskan langsung Wabup Lobar Nurul Adha. Nurul Adha mengonfirmasi telah menyerap berbagai masukan dan aspirasi dari para anggota dewan sebagai bahan pertimbangan utama dalam memilih figur terbaik. ”Kami mencari sosok yang mampu menyelaraskan hubungan eksekutif dan legislatif,” tuturnya.

Baca Juga: Saepul Akhkam Jabat Pj Sekda Lobar, Wabup Ingatkan ASN Berani Koreksi Pimpinan

Nantinya, setelah rangkaian ujian selesai, tiga nama kandidat terbaik hasil penyaringan akan diserahkan langsung kepada wakil bupati. Tahapan puncak akan ditentukan lewat uji wawancara akhir secara tatap muka. Penilaian akhir tak hanya mengukur angka di atas kertas, tetapi juga membedah komitmen serta keselarasan visi kerja sang calon panglima birokrasi. Penentuan akhir dilakukan secara cermat, memadukan pertimbangan profesional dan kedalaman spiritual.

Standardisasi tinggi yang diterapkan BKDPSDM Lobar bukan tanpa alasan. Kepala BKDPSDM Lobar Baiq Mustika Dwi Adni, menegaskan bahwa seluruh variabel penilaian dihitung secara transparan melalui kolaborasi tim asesor, pansel, dan BKDPSDM. Perangkingan akhir dari ketujuh peserta akan mengombinasikan seluruh akumulasi nilai tersebut.

”Penilaian dilakukan sangat ketat melebihi standar ASN pada umumnya, karena ada kualifikasi dan standar yang berbeda untuk jabatan sekda,” tegasnya.

Proses seleksi kini terus bergulir menembus waktu. Pelantikan sekda definitif ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada awal Oktober mendatang. Publik kini menanti, siapakah satu nama yang akhirnya terpilih menahkodai tata kelola pemerintahan Lobar ke depan. (NURUL HIDAYATI, Lombok Barat/r8)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
birokrasi Lobar Sekda Peserta Seleksi