LombokPost – Senggigi Sunset Show (SSS) yang digelar setiap pekan di Amphitheater Pasar Seni Senggigi terus menunjukkan geliatnya.
Event yang mengusung tema Living in Harmony tersebut tak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga mulai memberikan dampak terhadap aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Senggigi.
Gelaran Week 4 yang berlangsung Sabtu (26/9) mulai pukul 16.30 hingga 21.00 WITA kembali menyuguhkan beragam atraksi seni dan hiburan. Sejak sore, pengunjung diajak mengikuti Zumba bersama Zein Adi hingga menjelang matahari terbenam.
Suasana kemudian semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni budaya. Di antaranya Tari Dulang Tebolak Beaq, Tari Nirmala, Tari Zapin Melayu, dan Tari Gandrung. Pengunjung juga dihibur penampilan musik dari Blackrose Band.
Tak hanya pertunjukan seni, sejumlah pelaku UMKM turut membuka lapak kuliner. Stan-stan hotel di sekitar Senggigi juga ikut meramaikan lokasi acara. Kehadiran berbagai aktivitas tersebut membuat kawasan Pasar Seni Senggigi lebih hidup hingga malam hari.
Pelaku usaha pariwisata menilai event rutin seperti SSS penting untuk menjaga aktivitas wisata di kawasan tersebut.
Owner Lotus Bayview Marcelino mengatakan, Senggigi membutuhkan kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, event menjadi salah satu cara untuk kembali menghidupkan aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.
“Event di Senggigi sangatlah penting, karena kita butuh aktivitas. Segala macam jenis aktivitas pariwisata itu sangat penting untuk revitalisasi kawasan Senggigi,” ujarnya.
Baca Juga: Menikmati Keindahan Alam Loang Gali Lombok Timur
Dia menilai SSS menjadi momentum untuk membuat kawasan Senggigi kembali bergairah. Karena itu, dukungan pemerintah terhadap kegiatan serupa dinilai penting.
“Kita butuh bantuan dari pemerintah. Kegiatan-kegiatan nyata seperti ini sangatlah penting,” katanya.
Dampak kegiatan juga dirasakan pelaku UMKM. Nikmah, pedagang Sate Senggigi, mengaku dagangannya menjadi lebih ramai sejak SSS rutin digelar.
“Sejak ada acara ini alhamdulillah dagangan selalu ramai. Bisa membantu perekonomian UMKM di Senggigi,” ungkapnya.
Dia membandingkan kondisi tersebut dengan hari biasa ketika jumlah pembeli cenderung lebih sedikit. Kehadiran pengunjung SSS membuat omzet dagangannya ikut meningkat.
Di sisi lain, SSS juga menjadi ruang bagi talenta lokal untuk tampil. Salah satunya Sanggar Anak Padang Mimpi dari Dusun Dasan Montor, Desa Gerimaks Indah, Kecamatan Narmada yang tampil pada gelaran sebelumnya.
Perwakilan Sanggar Anak Padang Mimpi, Rifal, bersyukur mendapat kesempatan tampil di salah satu kawasan wisata andalan Lombok Barat tersebut.
“Terima kasih sekali dan kami sangat bersyukur bisa hadir dan meramaikan Senggigi Sunset Show,” katanya.
Menurut Rifal, kesempatan tampil tersebut menjadi pengalaman berharga bagi anggota sanggar dan Forum Remaja Dasan Montor untuk menunjukkan potensi mereka.
Dia berharap SSS semakin dikenal sehingga semakin banyak wisatawan berkunjung ke Senggigi.
“Kami berharap Senggigi Sunset Show bisa makin ramai, makin viral, dan makin banyak yang tahu. Semoga semakin banyak yang datang ke Senggigi,” harapnya.
Penjabat Sekda Lombok Barat Saepul Akhkam mengatakan, SSS tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi bagian dari upaya Pemkab Lombok Barat melakukan rebranding pariwisata Senggigi.
“Ini kegiatan sangat positif sebagai model rebranding dari kegiatan event pariwisata yang ada di Senggigi,” ujarnya.
Baca Juga: Cegah Pencurian, Panel Boks PJU Bypass BIL-Mandalika Dipasang Lebih Tinggi
Dia berharap rangkaian kegiatan kepariwisataan tersebut mampu memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita berharap melalui kegiatan-kegiatan kepariwisataan seperti ini dapat memberikan efek domino pada pertumbuhan ekonomi kita terutama peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” tandasnya.
Sumber : Lombok Post