LombokPost - Persaingan memperebutkan posisi pimpinan birokrasi tertinggi di Lombok Barat kian menarik perhatian.
Satu-satunya srikandi dalam bursa seleksi Sekda Lobar kini resmi mencuri perhatian publik.
Damayanti Widyaningrum hadir membawa portofolio panjang pengabdian di bidang ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi daerah. Jadi keunggulan utama menuju puncak birokrasi.
Baca Juga: Calon Sekda Lobar Arief Suryawirawan, Birokrat Kesehatan dengan Pengalaman Panjang di Sektor Sosial
Perempuan kelahiran Mataram 18 Mei 1971 ini meniti karier birokrasi dari tingkat paling bawah. Lulusan Magister Pengelolaan Sumber Daya Lahan Kering Universitas Mataram (Unram) ini mengawali langkah sebagai penyuluh lapangan. Dedikasi tingginya di bidang pertanian membawanya meraih penghargaan Penyuluh Pertanian Teladan Tingkat NTB.
Karier kepemimpinannya melesat konsisten hingga dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Kadis Ketahanan Pangan.
Damayanti kemudian dilantik menjadi Kadis Pertanian guna mengawal ketahanan pangan daerah secara menyeluruh. Kepemimpinannya diakui nasional lewat penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun dari Presiden Republik Indonesia.
Baca Juga: Wabup Nurul Adha Pertimbangkan Saran DPRD Perihal Figur Calon Sekda Lobar
Kini dirinya mengemban amanah penting sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan. Pengalaman teknis serta pemahaman mendalam pada sektor riil pertanian menjadi modal berharga dalam menyusun kebijakan.
Integritas serta rekam jejak tanpa cela menjadikannya figur potensial penggerak roda administrasi pemkab.
Pengabdian panjang di lapangan membentuk kesiapan mengawal agenda pembangunan secara menyeluruh. Kehadiran sosok birokrat perempuan memberikan warna positif dalam dinamika kepemimpinan daerah di wilayah Lobar.
Baca Juga: Dewan Minta Sekda Lobar Terpilih Mampu Jadi Jembatan Eksekutif-Legislatif
Kemampuan membangun komunikasi inklusif lintas jajaran eksekutif dan legislatif menjadi komitmen utama dalam pencalonan.
Tiga besar calon sekda kini dihadapkan pada ujian krusial, kemampuan membangun komunikasi politik dan birokrasi yang luwes. Baik pemkab maupun DPRD sepakat kriteria utama yang dicari dari nakhoda baru ASN Lobar bukan sekadar pintar tata kelola, melainkan sosok penyambung lidah yang lihai mengharmoniskan seluruh elemen daerah.
Wabup Lobar Nurul Adha menggarisbawahi pentingnya figur sekda yang mampu merangkul seluruh OPD, jembatan ke legislatif, hingga seluruh unsur masyarakat. Harus bersih dari cacat integritas, kasus hukum dan delik hukum. Wabup menegaskan hal ini menjadi salah satu pertimbangan utama. ”Ya itu menjadi penilaian khusus juga masalah integritas,” katanya.
Calon sekda yang dipilih nantinya jangan sampai terlibat dengan kasus hukum atau cacat integritas. Dikarenakan sekda yang menjaga wabup dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia pun telah menyampaikan kepada seluruh OPD ketaatan pada pemimpin itu batasannya adalah tidak boleh taat ketika pemimpin mengajak melakukan hal yang salah.
”Selama itu kebaikan taati, tapi jika saya jadi pemimpin mengajak salah maka boleh tidak taat bahkan harus diluruskan,” tegasnya.
Untuk itulah, ia menekankan pentingnya peran sekda mengingatkan dan menjaga pimpinan tidak keliru mengambil keputusan atau melanggar regulasi. ”Disinilah sekda yang harus mengingatkan,” kata dia.
Ketua DPRD Lobar Lalu Ivan Indaryadi menekankan harmoni dan hubungan sinergis yang sudah terbangun apik antara eksekutif dan legislatif harus dijaga. Kemitraan yang cair dan tidak kaku dinilai menjadi kunci agar agenda-agenda strategis daerah berjalan tanpa sumbatan komunikasi.
Selain profesionalitas dan kepatuhan pada aturan, ia berharap sosok sekda baru memiliki fleksibilitas tinggi dalam berinteraksi antarlembaga. ”Kalau sekarang ini kita netral. Semua yang mendaftar itu adalah putra terbaik. Tidak ada kami berpihak ke mana pun,” katanya.
Menurut Ivan, sekda memiliki posisi penting dalam menjaga hubungan kedua lembaga tersebut. Sebagai pejabat pimpinan daerah setelah kepala daerah, sekda memiliki peranan penting pembangunan Lobar. ”Sekda itu adalah panglima kepala daerah, yang bisa harmonisasi legislatif dan eksekutif,” pungkasnya. (NURUL HIDAYATI, Lombok Barat)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post