Tiga Calon Sekda Lobar Jalani Wawancara Akhir

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 11:57 WIB
WAWANCARA: Tiga calon sekda Arief Suryawirawan, Damayanti Widianingrum, dan Fauzan Husniadi (dari kiri ke kanan) usai wawancara bersama Wabup Lobar, Senin (5/10). (NURUL/LOMBOK POST)
WAWANCARA: Tiga calon sekda Arief Suryawirawan, Damayanti Widianingrum, dan Fauzan Husniadi (dari kiri ke kanan) usai wawancara bersama Wabup Lobar, Senin (5/10). (NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost - Tahapan seleksi terbuka pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat (Lobar) memasuki babak akhir.

Tiga calon sekda menjalani wawancara akhir bersama Wabup Lobar Nurul Adha di ruang kerja Wabup Lobar, Senin (5/10).

Sesi wawancara difokuskan menggali komitmen mendalam para calon pimpinan tinggi pratama.

Baca Juga: Sekda Mataram Minta UJC Sisir Pedagang dan Buruh Harian

Seluruh peserta dimintai penegasan sikap terkait kesiapan mengawal agenda pembangunan daerah.

Pendalaman materi menekankan kesanggupan pejabat menjaga integritas dan harmonisasi tata kelola birokrasi.

Para calon sekda dituntut memiliki pemahaman komprehensif mengenai strategi penegakan regulasi.

Baca Juga: Keputusan Akhir Calon Sekda Lobar Libatkan Istikharah

Pengalaman dinamika pemerintahan masa lalu dijadikan evaluasi merumuskan pengawasan birokrasi yang ketat.

Calon Sekda Lobar Fauzan Husniadi menegaskan pentingnya komitmen penegakan aturan.

Langkah ini menjadi benteng menjaga stabilitas pemerintahan.

Baca Juga: Memasuki Tahap Akhir, Tiga Calon Sekda Lobar Jalani Uji Wawancara Langsung dengan Wabup Nurul Adha

”Yang ditanya itu satu hanya masalah komitmen ke beliau seperti apa. Jadi berdasar dari pengalaman sebelumnya itu harus menjadi acuan menjaga Lombok Barat,” kata Fauzan.

Kandidat lain, Damayanti Widyaningrum menyoroti pentingnya komunikasi efektif antara sekda dan pimpinan daerah.

Menurutnya, koordinasi harmonis menjadi syarat mutlak terwujudnya iklim kerja birokrasi yang kondusif. ”Tentunya di sini kami akan selalu melakukan komunikasi yang efektif dengan Ibu Bupati,” tutur Damayanti.

Sementara itu, calon sekda Arief Suryawirawan menekankan pengawasan melekat agar seluruh pejabat terhindar dari potensi masalah hukum.

Harmonisasi hubungan kerja internal maupun eksternal menjadi modal utama menciptakan suasana kerja yang nyaman.

”Ya tentu kita menjaga Bu Wabup dengan jangan keluar dari aturan. Dan yang paling penting adalah harmonisasi semuanya internal eksternal itu penting,” tegas Arief.

Baca Juga: Dari Mandalika, Marshal Lokal Tembus Panggung Internasional

Sebelumnya, para calon sekda telah menandatangani pakta integritas.

Mereka menyatakan kesediaan mengundurkan diri apabila target evaluasi kinerja tidak tercapai dalam kurun waktu enam bulan.

”Tentu ini menjadi komitmen awal kami untuk bekerja maksimal sesuai regulasi,” kata Fauzan.

Damayanti juga menegaskan kesiapannya menjalani evaluasi berkala tersebut. ”Kami siap dievaluasi dan mundur jika memang tidak memenuhi target,” ujarnya.

Arief menambahkan, penegakan disiplin di tingkat pimpinan tertinggi ASN diharapkan menular ke seluruh jajaran OPD.

”Penting bagi kita semua untuk menjaga integritas dan patuh aturan,” kata Arief.

Pj Sekda Lobar Saepul Akhkam menyampaikan penentuan Sekda Lobar telah mengerucut pada tiga nama.

Selain penilaian administratif, Pemkab Lobar mengedepankan pendekatan spiritual melalui musyawarah dan doa bersama para tokoh agama.

”Ini baru tiga calon sekda. Ya yang menentukan itu istikharah kepada Allah. Ya dan yang akan istikharah itu banyak para Tuan Guru kita," kata Akhkam.

Ia mengimbau masyarakat menerima hasil keputusan final yang ditetapkan Pejabat Pembina Kepegawaian.

”Pilihan kepada beliau Insya Allah akan baik. Cukup silakan sudah cukup sudah,” pungkasnya.

Baca Juga: Poltekkes Mataram Edukasi Songgak untuk Penderita Diabetes

Wabup Lobar Nurul Adha mengapresiasi kualitas pemikiran seluruh kandidat.

Penilaian akhir akan mengombinasikan nilai asesmen panitia seleksi dengan hasil wawancara langsung.

”Tahapan selanjutnya adalah wawancara dengan saya. Tiga-tiganya bagus cuman kan kita harus memilih salah satu,” kata Nurul Adha.

Hasil penetapan nama pejabat terpilih akan segera diproses ke tingkat pusat dan dilaporkan ke Pemprov NTB.

Nurul Adha menekankan variabel kelayakan mencakup loyalitas, komitmen, serta keselarasan hubungan kerja.

”Mudah-mudahan dalam waktu dekat saya semakin mantap memilih siapa. Chemistry antara saya dengan siapa yang nantinya akan saya pilih. Mudah-mudahan dalam satu hingga dua hari ini sudah kelihatan,” pungkasnya. (nur/r8)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Lobar komitmen Sekda Wabup Pemprov NTB