LombokPost - Inovasi sektor pertanian modern terus tumbuh mekar di kawasan Lombok Barat.
BUMDes Labuapi sukses mengembangkan potensi ekonomi baru agrowisata.
Komoditas golden melon dipanen langsung sebagai wujud keberhasilan budidaya pertanian modern daerah.
Udara segar Minggu (5/10) pagi di kawasan Lombok Barat (Lobar) terasa berbeda.
Aroma manis khas buah segar menyeruak di antara hijau dedaunan perkebunan modern.
Di tempat inilah, kisah manis agrowisata golden melon bermula, memperlihatkan bagaimana inovasi pemuda desa sanggup mengubah wajah pertanian modern Lobar menjadi potensi ekonomi yang begitu menjanjikan.
Baca Juga: Golden Melon Sistem Hidroponik Cocok di Mataram
Langkah kaki Wabup Lobar Nurul Adha, menyusuri deretan tanaman buah yang tertata rapi di lokasi perkebunan.
Perempuan yang akrab disapa Umi Una itu tak bisa menyembunyikan rasa bangganya saat memetik langsung buah melon berwarna kuning keemasan tersebut.
Kehadiran wabup dalam kunjungan lapangan penuh kehangatan ini menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan BUMDes Labuapi mengelola agrowisata golden melon Labuapi mendapat perhatian penuh dari pemda.
Baca Juga: Siswi SMAN 1 Labuapi Raih Juara II FLS3N Cipta Puisi, Benda Mati Jadi Inspirasi Puisi
Keberhasilan panen melimpah ini tidak lepas dari peran para pemuda yang berani keluar dari zona nyaman.
Lewat kejelian membaca peluang, inovasi pemuda desa mampu menyulap sektor pertanian menjadi arena petik buah yang estetik dan kekinian.
Sentuhan pertanian modern berbasis teknologi hijau yang diterapkan BUMDes terbukti mampu menghasilkan kualitas buah unggulan yang bernilai jual tinggi.
Apresiasi tinggi pun mengalir mendalam, baik dari pemda maupun aparat kepolisian setempat atas kreativitas anak-anak muda ini. Keterlibatan generasi muda dalam memajukan agrowisata golden melon dipandang sebagai pilar utama kemandirian ekonomi daerah.
Agar kualitas panen tetap konsisten, pengelola BUMDes Labuapi bahkan diimbau untuk merekrut para sarjana pertanian demi memperkuat teknik budidaya pertanian modern.
Geliat ekonomi baru ini membuktikan bahwa agrowisata golden melon tidak sekadar mengejar profitabilitas bisnis semata.
Terbukanya lapangan kerja baru serta peningkatan pendapatan warga lokal menjadi dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Keberhasilan inovasi pemuda desa di Labuapi ini diharapkan mampu menular dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya.
”Inovasi pemuda desa di bidang pertanian ini patut dicontoh desa lain,” puji Wabup Lobar Nurul Adha di sela-sela kegiatannya menikmati hasil panen segar tersebut.
Ketika BUMDes Labuapi mampu mengakar kuat di tengah warga, roda perekonomian dari tingkat tapak otomatis bergerak lebih cepat.
Kesejahteraan masyarakat tidak lagi sekadar wacana, melainkan terwujud secara merata berawal dari inovasi pemuda desa.
Ditambah lagi, konsep wisata petik buah yang dikemas cantik nan penuh nilai estetika kini siap menjadi destinasi favorit baru.
Langkah maju agrowisata golden melon dipastikan makin mantap ke depan. Destinasi baru ini diproyeksikan bakal menjadi magnet utama pemikat wisatawan lokal maupun luar daerah.
Pemkab Lobar pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dukungan sarana prasarana serta strategi pemasaran bagi pengembangan pertanian modern.
Sinergi harmonis antara pemda dan BUMDes Labuapi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan ekonomi desa. Warga setempat menyambut masa depan agrowisata golden melon dengan optimisme tinggi sebagai pendorong utama kesejahteraan bersama. ”Pemuda memiliki peranan penting dalam membangun desa,” tegas Nurul Adha mengakhiri kunjungannya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post