Termasuk untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lombok Barat.
Baca Juga: Pemkab Lobar Targetkan IPM Meningkat 75,09 Persen Tahun 2027
”Peningkatan rata-rata lama sekolah bukan sekadar mengejar angka statistik melainkan membuka jalan perbaikan kualitas hidup warga,” kata Pj Sekda Lobar Saepul Akhkam.
Penyusunan peta jalan yang terukur serta ketersediaan alokasi anggaran memadai menjadi kunci utama keberhasilan program percepatan pendidikan.
Pendampingan belajar secara intensif diarahkan untuk menyasar warga yang belum sempat menuntaskan jenjang pendidikan formal harian.
”Percepatan indikator pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta keberpihakan nyata terhadap kebutuhan belajar masyarakat,” jelasnya.
Diskusi kelompok terpumpun yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melahirkan empat rumusan strategis peningkatan mutu pendidikan.
Rumusan tersebut mencakup pemetaan data presisi, penerapan pola pembelajaran fleksibel, penguatan keterampilan hidup, hingga efektivitas tata kelola anggaran.
Baca Juga: IPM NTB Meningkat sebagai Fondasi SDM Kian Menguat, Satu Tahun Kepemimpinan Iqbal–Dinda
”Peningkatan angka lama sekolah membutuhkan gerakan bersama yang terstruktur demi memberikan dampak ekonomi nyata,” kata Sekretaris Dinas Dikbud Lobar Hairuddin.
Sinergi melibatkan instansi Bapperida, Dinas Dukcapil, BPS, pengawas sekolah, hingga pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat se-Kabupaten Lombok Barat.
Upaya gotong royong ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya sumber daya manusia daerah yang berdaya saing dan mandiri.
Melalui sinergi lintas sektor dan pendataan yang tepat sasaran, Pemkab Lombok Barat optimistis dapat merangkul lebih banyak warga untuk kembali mengenyam pendidikan, demi mewujudkan sumber daya manusia yang berdaya saing, maju, mandiri, dan berkeadilan. (nur/r8)
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post